Mubadalah.id – Andaikan ada akses ke layanan kesehatan yang baik, kematian dan sakitnya jutaan orang di seluruh dunia akan bisa dicegah.
Namun sayang, di banyak bagian dunia tidak terbuka akses semacam ini, dan kalaupun ada sarana medis yang lumayan, terdapat pula banyak rintangan sehingga perempuan, khususnya yang miskin, sulit menjangkaunya.
Para pekerja kesehatan, bila bersedia bahu-membahu bersama kaum perempuan, bisa mengubah sistem medis. Sistem medis seharusnya menjadi sumber daya, bukannya malah menjadi halangan bagi perempuan yang sedang berupaya memperbaiki kondisi kesehatan.
Perlu diingat bahwa sistem medis tidak akan berubah dengan sendirinya bila tidak diusahakan. Ia hanya akan berubah bila masyarakat menuntut perubahan. Dan bila masyarakat menawarkan cara-cara kreatif untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi semua orang yang memerlukannya.
Anda, sesama perempuan, dan kaum lelaki dalam masyarakat, bersama para dokter, perawat, petugas puskesmas, bidan, penyuluh kesehatan, dan lain-lain, bisa mengawali perubahan sistem medis dari lingkungan sekitar Anda sendiri.
Upaya Perbaikan
Caranya, adakan diskusi tentang berbagai problema kesehatan yang umum dijumpai di sana. Termasuk juga kurangnya akses ke layanan medis yang baik.
Perempuan bisa bekerja sama untuk melakukan upaya pembenahan dan perbaikan, antara lain:
Pertama, membantu anggota masyarakat setempat untuk belajar tentang problema kesehatan perempuan. Umpamanya, Anda dapat mengadakan kampanye untuk menjelaskan betapa pentingnya perawatan prakelahiran.
Bila perempuan beserta keluarganya sudah tahu seluk-beluk kesehatan. Bahkan ereka bisa memanfaatkan sarana kesehatan yang sudah ada (andaipun tanpa menambah yang baru) semaksimal mungkin.
Seiring dengan meningkatnya pengetahuan ini, mereka akan lebih mungkin menuntut ketersediaan sarana baru dan perbaikan layanan agar kesehatan perempuan terawat baik.
Yang penting dalam upaya “mendidik masyarakat” semacam ini adalah, tekankan bahwa kondisi kesehatan perempuan memengaruhi kondisi keluarga dan masyarakat. Hal ini, termasuk di masa kini maupun di masa depan (melalui kondisi anak-anak mereka yang telah maupun yang akan perempuan lahirkan).
Oleh karena itu, mengabaikannya sebagai masalah pribadi satu perempuan. Maka sama dengan mencampakkan kesempatan masa depan dan masyarakat itu sendiri. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 55.





Comments are closed.