Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bibit siklon tropis 94W di Laut Filipina bagian utara akan terus melemah dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, kombinasi dinamika atmosfer masih berpotensi memicu hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (4/8/2026).
Prakirawan BMKG Sastia Frista menjelaskan, bibit siklon tropis 94W berada di Laut Filipina bagian utara dan diperkirakan memiliki kecepatan angin maksimum 20–25 knot atau sekitar 37–46 kilometer per jam, dengan tekanan minimum sekitar 1000 hPa.
“Intensitas sistem ini dalam 24 jam ke depan diprakirakan menurun dengan pergerakan ke arah barat laut hingga utara. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan semakin melemah seiring masuknya sistem ke daratan Filipina,” kata Sastia dalam prakiraan cuaca BMKG ditayngkan Senin (3/8/2026).
Selain itu, BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang membentang di Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Bengkulu.
Menurut Sastia, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon, sirkulasi siklonik, serta sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi.
“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia sehingga perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ujarnya.
Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar, BMKG memprediksi hujan ringan berpotensi terjadi di Medan, Tanjung Pinang, Serang, Bandung, Tanjung Selor, Mamuju, Ambon, dan Manokwari.
Sementara itu, kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Jayapura, dan Merauke.
BMKG juga memprakirakan udara kabur berpotensi terjadi di Bandar Lampung dan Mataram, sedangkan asap atau kabut diperkirakan muncul di Nabire dan Jayawijaya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai dampak hidrometeorologi di wilayah rawan.





Comments are closed.