Sekilas, tumbuhan ini terlihat seperti tanaman hias biasa. Bunganya kecil, berwarna oranye cerah, dan tumbuh menumpang pada tanaman lain. Namun, setelah diperiksa mendalam, tumbuhan dari Pegunungan Tokorondo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, itu ternyata spesies yang belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Spesies tersebut diberi nama Rhododendron yombuwurii. Ia termasuk subgenus Vireya, kelompok rhododendron tropis yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Penemuannya menambah panjang daftar kekayaan hayati Sulawesi, pulau yang dikenal memiliki banyak spesies unik akibat sejarah geologi dan keterpisahan wilayahnya. Kisah penemuan bermula Juni 2023. Saat melakukan penelitian lapangan di sekitar Tentena, tim peneliti menemukan tanaman hidup dari genus Rhododendron yang tidak menyerupai spesies mana pun yang telah dideskripsikan dari Sulawesi. Tanaman tersebut telah dibudidayakan di sekitar Air Terjun Saluopa. Ia tumbuh pada substrat anggrek sebagai epifit. Istilah epifit digunakan untuk tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain sebagai tempat hidup, tetapi tidak mengambil makanan dari inangnya seperti parasit. Berdasarkan informasi dari pengumpul lokal, seluruh substrat itu berasal dari pohon besar yang tumbang di Petirorano, bagian dari Pegunungan Tokorondo. Wilayah tersebut berada pada ketinggian 1.000–1.800 meter di atas permukaan laut, sekitar 19 kilometer sebelah barat Air Terjun Saluopa. Tanaman itu mampu bertahan setelah dipindahkan ke kawasan air terjun yang berada pada ketinggian 560 meter. Spesimen yang sedang berbunga kemudian dikumpulkan pada Juli dan November 2024 untuk dijadikan bahan herbarium. Menentukan tumbuhan sebagai spesies baru tidak cukup hanya berdasarkan warna bunga atau bentuk yang tampak berbeda. Peneliti harus mencari ciri diagnostik, yakni karakter khusus yang dapat membedakannya secara konsisten dari kerabat terdekat. Dalam…This article was originally published on Mongabay
Bunga Ini Tanda Penghormatan Kepada Pendeta Penjaga Alam Poso
Bunga Ini Tanda Penghormatan Kepada Pendeta Penjaga Alam Poso





Comments are closed.