Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Macan Tutul dan Macan Kumbang: Dua Nama untuk Predator yang Sama

Macan Tutul dan Macan Kumbang: Dua Nama untuk Predator yang Sama

macan-tutul-dan-macan-kumbang:-dua-nama-untuk-predator-yang-sama
Macan Tutul dan Macan Kumbang: Dua Nama untuk Predator yang Sama
service

Macan tutul mudah dikenali dari bulunya yang berwarna kuning kecokelatan dengan pola totol menyerupai bunga. Sementara itu, macan kumbang tampil dengan mantel hitam legam yang membuatnya terlihat seperti jenis kucing besar berbeda. Padahal, secara ilmiah, keduanya merupakan satwa yang sama.

Macan tutul dan macan kumbang sama-sama termasuk spesies Panthera pardus. Di Pulau Jawa, keduanya masuk dalam subspesies macan tutul jawa, Panthera pardus melas. Sebutan “macan tutul” biasanya digunakan untuk individu berwarna terang dan bertotol, sedangkan “macan kumbang” merujuk pada individu berwarna hitam.

Jadi, perbedaan utama keduanya hanya terletak pada warna bulu. Warna hitam pada macan kumbang terjadi akibat melanisme, yaitu kondisi genetik yang meningkatkan produksi melanin. Melanin merupakan pigmen yang memberi warna gelap pada kulit, rambut, bulu, dan bagian tubuh lainnya.

Meski tampak hitam polos, macan kumbang sebenarnya tetap memiliki pola totol seperti macan tutul biasa. Pola tersebut dapat terlihat ketika tubuhnya terkena cahaya dari sudut tertentu. Artinya, melanisme tidak menghilangkan totol, melainkan membuat warna dasar bulunya menjadi begitu gelap sehingga polanya tersamarkan.

Kesamaan keduanya tidak berhenti pada nama ilmiah. Macan tutul dan macan kumbang memiliki bentuk tubuh, kemampuan berburu, jenis makanan, serta perilaku yang sama. Keduanya merupakan pemanjat pohon yang andal. Ekor panjang membantu mereka menjaga keseimbangan ketika bergerak di atas batang dan dahan.

Mereka juga sama-sama predator penyergap. Pola totol pada macan tutul terang membantu memecah bentuk tubuhnya di antara cahaya dan bayangan hutan. Sementara itu, mantel gelap macan kumbang diduga memberi keuntungan penyamaran di hutan yang rapat dan lembap. Inilah salah satu alasan individu melanistik cukup sering ditemukan di kawasan berhutan lebat seperti Jawa.

Istilah macan kumbang sendiri dapat membingungkan karena bukan nama ilmiah untuk satu spesies tertentu. Di dunia Barat, istilah Black Panther dapat digunakan untuk menyebut kucing besar berwarna hitam. Di Asia dan Afrika, sebutan itu biasanya merujuk pada macan tutul melanistik. Di Amerika, istilah serupa dapat digunakan untuk jaguar hitam. Jadi, “panther” atau “macan kumbang” lebih tepat dipahami sebagai sebutan berdasarkan penampilan, bukan nama spesies tersendiri.

Macan tutul berwarna terang dan hitam bahkan dapat hidup berdampingan. Kamera pemantau di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pernah merekam keduanya berjalan beriringan. Mereka juga dapat berpasangan dan berkembang biak karena berasal dari spesies yang sama.

Hasil sementara Java Wide Leopard Survey yang diluncurkan pada Februari 2024 memperkuat gambaran tersebut. Dari 34 individu macan tutul jawa yang berhasil diidentifikasi di 7 bentang alam, 12 diantaranya merupakan individu berwarna hitam. Survei itu menargetkan pengamatan di 21 bentang alam di Pulau Jawa.

Apa pun warna bulunya, keduanya menghadapi ancaman serupa, mulai dari penyusutan dan fragmentasi habitat, berkurangnya mangsa, perburuan, hingga konflik dengan manusia. Setelah harimau jawa dinyatakan punah, macan tutul jawa menjadi satu-satunya predator besar yang tersisa di Pulau Jawa.

Jadi, macan tutul dan macan kumbang bukan dua jenis satwa berbeda. Mereka adalah satu spesies dengan dua tampilan warna, seperti dua variasi mantel dari kucing besar yang sama.

Artikel asli ditulis oleh Nuswantoro.

Foto utama: Macan tutul jawa ini terpantau kamera jebak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akhir 2024 lalu. Foto: Instagram/bbtnbromotenggersemeru.

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.