Pesisir Kabupaten Bangkalan di Jawa Timur (Jatim) kaya akan sumber daya kepiting. Merujuk data Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, tahun lalu, produksi kepiting capai 478,37 ton. Sementara triwulan pertama tahun ini, produksi kepiting sudah mencapai 147,6 ton senilai Rp14,76 miliar. Kepiting yang nelayan jual tidak hanya dari tangkapan di alam, ada juga hasil budidaya, seperti kepiting soka (soft shel crab)/kepiting bercangkang lunak yang memang banyak digemari di pasaran. Mohammad Sahril, pembudidaya kepiting soka di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, mengatakan, bibit kepiting biasa beli dari pengepul di Pajagan, Bangkalan Rp50.000 setiap kilogram dengan isi 8-12 ekor. Saat harga menyentuh Rp90.000 ke atas, dia memilih menunda budidaya karena margin keuntungan sangat tipis, bahkan berpotensi merugi. Menurut dia, rata-rata harga jual kepiting Rp50.000-Rp150.000 per kilogram. Karena relatif mahal, kepiting soka hasil panennya dia jual terbatas, hanya pada kalangan menengan ke atas. “Ini masuk kalangan menengah ke atas …Kepitingnya sih yang kalah [pasokan kurang], [karena] banyak yang mesan,” katanya, Minggu (10/5/26) Sahril dan kelompoknya mengawali budidaya kepiting soka pada 2015. Sempat berhenti pada 2018, dia memulai kembali tujuh tahun kemudian di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Labuhan, Sepulu. Dia menyadari, peluang usaha dari budidaya kepiting soka berkat pendampingan salah satu perusahaan. Dua pekerja tengah melakukan aktivitas pengepulan kepiting di Bangkalan. Foto: Moh. Tamimi/Mongabay Indonesia. Apartemen kepiting atasi masalah lahan Semula, budidaya dia lakukan di tambak. Kini beralih menggunakan kotak ‘apartemen’ khusus kepiting berbahan plastik dalam bangunan berukuran 6×8 meter. Keputusan beralih ke metode apartemen itu lantaran harga sewa…This article was originally published on Mongabay
BUMDes di Bangkalan Siasati Keterbatasan Lahan dengan Apartemen Kepiting Soka
BUMDes di Bangkalan Siasati Keterbatasan Lahan dengan Apartemen Kepiting Soka





Comments are closed.