Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mengapa Tapir Penting bagi Kelestarian Hutan Sumatera?

Mengapa Tapir Penting bagi Kelestarian Hutan Sumatera?

mengapa-tapir-penting-bagi-kelestarian-hutan-sumatera?
Mengapa Tapir Penting bagi Kelestarian Hutan Sumatera?
service

Tapir asia atau tapir malaya (Tapirus indicus) merupakan satu-satunya spesies tapir yang hidup di luar Amerika. Di Indonesia, satwa ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Tubuhnya mudah dikenali melalui pola hitam-putih yang menyerupai pelana, sedangkan anak tapir memiliki corak garis dan bintik yang membantu menyamarkannya di lantai hutan. Meski termasuk mamalia besar Sumatera, tapir belum mendapat perhatian konservasi sebesar harimau, gajah, badak, atau orangutan. Padahal, keberadaannya terus terdesak oleh penyusutan dan fragmentasi habitat, perburuan, jerat, kecelakaan di jalan, serta konflik dengan manusia. Daftar Merah IUCN menempatkan tapir asia dalam kategori Genting atau Endangered. Populasinya diperkirakan terus menurun, sementara informasi mengenai jumlah dan persebarannya di Indonesia masih terbatas. Sifat tapir yang pemalu, aktif pada malam hari, dan hidup menyendiri membuat satwa ini sulit ditemukan serta dipelajari di alam. Tapir umumnya menghuni hutan dataran rendah, kawasan rawa, serta wilayah yang dekat dengan sumber air. Moncongnya yang lentur membantu satwa ini mengambil daun, ranting muda, dan buah-buahan. Dalam ekosistem hutan, tapir berperan sebagai penyebar biji. Biji dari buah yang dimakannya dapat terbawa dan dikeluarkan bersama kotoran di tempat lain, membantu proses regenerasi tumbuhan. Rusaknya habitat membuat tapir semakin sering keluar dari hutan dan memasuki perkebunan, jalan raya, atau permukiman. Salah satu kasus yang menyita perhatian terjadi di Mesuji, Lampung, pada Juli 2026. Seekor tapir yang terlihat di sekitar Jalan Lintas Timur Sumatera kemudian ditemukan mati setelah dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong oleh warga. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap tapir bukan hanya kehilangan habitat, tetapi juga rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai status perlindungan dan peran…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.