Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Warga Rantau Bakula Cari Keadilan sampai ke Jakarta

Warga Rantau Bakula Cari Keadilan sampai ke Jakarta

warga-rantau-bakula-cari-keadilan-sampai-ke-jakarta
Warga Rantau Bakula Cari Keadilan sampai ke Jakarta
service

Warga Desa Rantau Bakula, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), tidak putus asa memperjuangkan hak hidup di lingkungan yang baik dan sehat. Kali ini, mereka harus bersafari ke Jakarta, membawa sejumlah dokumen dan barang bukti, mendatangi sejumlah lembaga untuk menyampaikan sejumlah aduan, Juli lalu. Warga dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rantau Bakula (AMRB) ini ada yang ke Komisi XII dan Komisi XIII DPR, Komnas HAM, hingga Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Juga, Kedutaan Besar Singapura. “Di daerah kami tidak pernah mendapatkan keadilan. Bahkan tuntutan dan aduan kami diabaikan,” sindir Mariadi, warga Desa Rantau Bakula. Padahal, dampak pertambangan batubara PT Merge Mining Industry (MMI), yang mulai beroperasi sekitar 2007, membuat kehidupan warga berubah. Karena pertambangan bawah tanah (underground mining) mereka nyaris beroperasi 24 jam. Warga jadi sulit istirahat karena bising. Rumah di RT04 pun retak dan rusak karena getaran. di RT02, amblas sampai sedalam satu meter dampak penurunan tanah. Sisi lain, produktivitas perkebunan warga terus menurun. Tidak sedikit pohon pisang, karet hingga jati di bagian pekarangan belakang rumah kering dan mati. “Audit perizinan PT MMI. Kembalikan lingkungan kami, dan cabut izin perusahaan jika terbukti melanggar!” Warga juga keluhkan debu yang perusahaan hasilkan saat mengeluarkan batubara dari perut bumi. Angin membawa debu itu masuk ke rumah, menempel di lantai, dedaunan, perabotan, hingga pakaian yang warga jemur. Mariadi memperlihatkan sebuah botol air minum kemasan berukuran 1.500 mililiter yang hampir penuh oleh debu batubara. “Ini debu yang kami kumpulkan hanya dalam kurun waktu tidak sampai seminggu.” Rudi, warga Desa Rantau…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.