Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kebun Gizi, Ikhtiar Perempuan Tani Melawan Stunting di Malang

Kebun Gizi, Ikhtiar Perempuan Tani Melawan Stunting di Malang

kebun-gizi,-ikhtiar-perempuan-tani-melawan-stunting-di-malang
Kebun Gizi, Ikhtiar Perempuan Tani Melawan Stunting di Malang
service

Cabai rawit, sawi, terong, brokoli, dan selada tumbuh di halaman rumah Sri Setiowati di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Sebagian tanaman ditanam dalam wadah plastik bekas galon yang disusun rapi. Sri, yang akrab disapa Gati, tidak bekerja sendirian. Ia bersama sekitar 30 perempuan mengelola Kebun Gizi, program yang menyediakan sayuran dan ikan bagi ibu hamil serta balita. Tujuannya adalah membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mencegah dan menangani tengkes atau stunting. Kebun tersebut dibangun menggunakan bantuan Rp30 juta dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Kelompok perempuan tani menyediakan lahan seluas 2.000 meter persegi untuk kebun percontohan dan rumah kaca pembibitan. Pembangunan rumah kaca menghabiskan sekitar Rp9 juta. Di dalam rumah kaca, bibit terlindung dari gangguan serangga dan penyakit. Para anggota kelompok juga mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian agar lebih terampil menanam dan merawat tanaman. Saat musim panen tiba, ibu hamil dan balita menerima paket sayuran gratis, masing-masing seberat satu kilogram. Sayuran itu diberikan ketika mereka menjalani pemeriksaan kesehatan. Paket tersebut diharapkan menjadi tambahan asupan bagi ibu dan anak, sekaligus mendampingi pemberian makanan tambahan dari Dinas Kesehatan. Selain sayuran, Kebun Gizi membudidayakan ikan lele sebagai sumber protein hewani. Dua bulan sebelum artikel diterbitkan, kelompok ini memanen sekitar 100 kilogram lele. Pengelolaan kebun juga dibuat agar hasilnya tidak banyak terbuang. Sayuran yang kualitasnya kurang baik digunakan sebagai pakan ternak. Air bekas budidaya lele dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi. Sayuran yang tidak dibagikan dijual kepada pedagang. Uang penjualannya kemudian digunakan kembali untuk membeli bibit. Dengan cara ini, kegiatan kebun…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.