Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, PVMBG Keluarkan Imbauan Ini

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, PVMBG Keluarkan Imbauan Ini

gunung-anak-krakatau-erupsi-beruntun,-pvmbg-keluarkan-imbauan-ini
Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, PVMBG Keluarkan Imbauan Ini
service

Jakarta, Arina.id—Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang beruntun pada Senin (17/8/2026). Setelah erupsi pada pagi hari, gunung api di perairan Selat Sunda itu kembali meletus tiga kali dalam rentang sekitar tiga jam.

Letusan terjadi pukul 15.15 WIB dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Letusan Gunung Anak Krakatau tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam. Kolom abu teramati cukup tebal dan bergerak ke arah timur.

“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Senin, 17 Agustus 2026, pukul 15:15 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi, Senin (17/8/2026).

Berdasarkan laporan petugas pengamatan Gunung Api Deny Mardiono, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 milimeter. Durasi letusan tercatat selama 132 detik.

PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas juga dilarang dilakukan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Rekomendasi tersebut dikeluarkan untuk mengantisipasi bahaya dari aktivitas erupsi gunung api.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan rangkaian erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan masih terus dipantau. 

“Memang ada beberapa kejadian erupsi yang waktunya berdekatan. Semua kejadian itu kami catat dan pantau melalui pengamatan visual maupun rekaman seismograf,” tandas Andi.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Lampung mengalami delapan kali letusan disertai semburan lava pijar dengan status aktivitas bertahan di Level III (Siaga) pada Minggu (16/8).

“Teramati delapan kali letusan dengan tinggi 200 hingga 300 meter di atas puncak kawah, dimana warna asap teramati kelabu dan hitam. Selain letusan, juga teramati adanya semburan lava pijar,” kata dia.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.