Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Asa Kemerdekaan bagi Masyarakat Terdampak

Asa Kemerdekaan bagi Masyarakat Terdampak

asa-kemerdekaan-bagi-masyarakat-terdampak
Asa Kemerdekaan bagi Masyarakat Terdampak
service

  Pada 17 Agustus lalu, memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Meski peringatan kemerdekaan Indonesia berlangsung setiap tahun, di berbagai penjuru negeri, masih banyak warga merasa belum mendapatkan rasa aman, berada dalam waswas dan khawatir tersingkir dari ruang hidup sampai hidup dalam lingkungan tak tercemar hingga berisiko bagi kesehatan mereka. Apakah itu sudah merdeka? “Kalau menurut saya sih belum merdeka. Mungkin untuk mereka (pemerintah), merdeka. Untuk kami,  masyarakat adat belum merdeka. Kami tidak leluasa dengan apa yang ada sekarang ini,” kata Jakiyah, perempuan adat Balik di Kalimantan Timur, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), kepada Mongabay. Dia bilang, dampak pembangunan infrastuktur IKN, salah satu proyek Intake Sepaku,  juga jadi konsekuensi yang masyarakat tanggung di Kampung Sepaku Lama. Bencana pun mulai melanda, terutama ketika musim hujan, mereka kebanjiran. Saat kemarau panjang, masyarakat hadapi krisis air. “Meskipun ndak musim kemarau, ya sulit juga untuk masyarakat adat karena kan tidak bisa ambil air ke sungai karena turapnya tinggi. Kan susah juga memasang sanyo (pompa air) ke sungai. Kalau dulu kan enak saja.” Saat hutan makin tergerus, masyarakat Suku Balik mengandalkan hasil padi di sawah maupun tanaman di kebunnya. Foto: Yovanda/Mongabay Indonesia Merdeka tak sekadar… Cerita dari Lililef Sawai, Halmahera Tengah (Maluku Utara), Pasahari, Seram Utara, dan Marafenfen serta Popjetur di Kepulauan Aru, Maluku,   juga memperlihatkan tak jauh beda. Bagi mereka, kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan. Kemerdekaan berarti tetap memiliki kendali atas tanah, laut, hutan, kebun, padang savana dan sumber pangan warisan leluhur. Di Desa Lelilef Sawai, Weda Tengah, Halmahera Tengah, perubahan besar datang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.