Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Antaresia perthensis, Piton Terkecil Di Dunia yang Tumbuh Sepanjang Dua Ekor Tokek Dewasa

Antaresia perthensis, Piton Terkecil Di Dunia yang Tumbuh Sepanjang Dua Ekor Tokek Dewasa

antaresia-perthensis,-piton-terkecil-di-dunia-yang-tumbuh-sepanjang-dua-ekor-tokek-dewasa
Antaresia perthensis, Piton Terkecil Di Dunia yang Tumbuh Sepanjang Dua Ekor Tokek Dewasa
service

Di kawasan kering Pilbara, Australia Barat, hidup seekor piton yang jauh berbeda dari bayangan umum orang tentang ular jenis ini. Antaresia perthensis, yang dikenal sebagai piton kerdil atau anthill python, hanya tumbuh hingga panjang 50 sampai 60 sentimeter saat dewasa, dengan berat tubuh berkisar 100 hingga 200 gram. Ukuran ini menjadikannya spesies piton terkecil yang tercatat di dunia, jauh di bawah bayangan piton raksasa yang mampu melilit mangsa sebesar rusa. Nama ilmiah perthensis sebenarnya menyimpan kekeliruan sejarah. O.G. Stull, yang pertama kali mendeskripsikan spesies ini pada 1932, menamainya berdasarkan dugaan asal spesimen dari Perth, ibu kota Australia Barat. Belakangan diketahui dugaan itu meleset jauh. Piton kerdil tidak pernah tercatat hidup di sekitar Perth, melainkan di wilayah Pilbara dan Gascoyne, sekitar 600 kilometer dari kota tersebut. Secara taksonomi, piton kerdil masuk dalam genus Antaresia, kelompok piton berukuran kecil yang hanya ditemukan di Australia dan sebagian kecil Papua, beranggotakan empat spesies: A. perthensis, A. childreni, A. stimsoni, dan A. maculosa. Analisis morfologi dan DNA mitokondria menunjukkan piton kerdil paling berkerabat dekat dengan A. childreni, sementara A. maculosa merupakan cabang yang berpisah lebih dulu dari kelompok ini. Kajian filogeografi yang lebih mutakhir, yang memakai ribuan penanda genom dan data morfometrik, memperkuat kesimpulan bahwa piton kerdil adalah garis keturunan tersendiri yang berevolusi terpisah dalam rentang waktu panjang di kawasan aridnya. Bertahan Hidup di Balik Gundukan Rayap Julukan anthill python melekat pada spesies ini karena kebiasaannya bersembunyi di dalam gundukan rayap, yang suhunya bisa mencapai 38 derajat Celsius pada siang hari. Suhu setinggi ini justru…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.