Sat,22 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Semut Peluru, Semut dengan Sengatan Paling Menyakitkan di Dunia Serangga

Semut Peluru, Semut dengan Sengatan Paling Menyakitkan di Dunia Serangga

semut-peluru,-semut-dengan-sengatan-paling-menyakitkan-di-dunia-serangga
Semut Peluru, Semut dengan Sengatan Paling Menyakitkan di Dunia Serangga
service

Dunia serangga menyimpan banyak kejutan, mulai dari kemampuan terbang jarak jauh, kekuatan mengangkat beban berkali-kali lipat dari tubuhnya sendiri, hingga sistem pertahanan kimiawi yang jauh melampaui ukuran tubuhnya yang kecil. Di antara ragam pertahanan tersebut, sengatan tetap jadi salah satu senjata paling efektif, dan tidak ada yang mengalahkan reputasi satu spesies semut asal hutan hujan Amazon ini. Semut peluru atau Paraponera clavata menempati posisi tertinggi dalam Schmidt Sting Pain Index, skala yang disusun entomolog Amerika Serikat Justin O. Schmidt sejak 1984 untuk membandingkan rasa sakit sengatan lebah, tawon, dan semut, dengan nilai maksimal 4 yang hanya diraih segelintir spesies. Panjang tubuhnya bisa mencapai 18 hingga 30 milimeter dengan warna cokelat kemerahan hingga kehitaman yang membuatnya lebih mirip tawon tak bersayap ketimbang semut pada umumnya. Semut peluru tersebar di hutan hujan dataran rendah mulai dari Honduras dan Nikaragua di Amerika Tengah sampai Bolivia dan Brasil di Amerika Selatan, dengan beberapa koloni bahkan ditemukan di ketinggian 1.500 meter. Racun yang Dirancang untuk Menyakitkan Rasa sakit dari sengatan semut peluru datang dari poneratoksin, peptida neurotoksik yang jadi komponen utama racunnya sejak pertama kali diisolasi para peneliti pada awal 1990-an. Racun ini menempel pada kanal ion natrium di sel saraf, gerbang yang biasanya membuka dan menutup untuk mengalirkan sinyal listrik antar neuron. Poneratoksin membuat kanal itu tetap terbuka lebih lama dari seharusnya, sehingga sinyal rasa sakit terus dikirim ke otak tanpa jeda. Belakangan, penelitian lanjutan bahkan menemukan bahwa yang selama ini disebut poneratoksin ternyata terdiri dari beberapa varian peptida yang strukturnya berbeda satu sama…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.