
Kenangan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas yang Diresmikan Presiden Soeharto pada 1971 | Wikimedia Commons/Indonesian Press Photo Service
Tahukah Kawan, di Jakarta dulu, tepatnya di daerah Pulo Gadung ada sebuah pacuan kuda yang beroperasi selama puluhan tahun lamanya. Arena pacuan kuda tersebut bernama Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas.
Arena pacuan kuda ini secara resmi beroperasi pada 1971 silam. Bahkan Presiden Soeharto diketahui turut meresmikan secara langsung arena berkuda tersebut pada waktu itu.
Namun sebenarnya Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas ini sudah mulai beroperasi beberapa waktu sebelumnya. Berbagai acara perlombaan pun pernah diselenggarakan di arena pacuan kuda legendaris yang ada di Jakarta tersebut.
Bagaimana eksistensi dari Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas yang bertahan selama lebih kurang 45 tahun tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Mengenal Pacuan Kuda Pulomas
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas adalah salah satu arena yang dulunya berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Gelanggang pacuan kuda ini pertama kali dikembangkan pada periode 1960-an dulunya.
Ide pengembangan gelanggang kuda ini berkembang saat Ali Sadikin menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada waktu itu. Gagasan terkait pengembangan gelanggang pacuan kuda tersebut berkaitan dengan proyek modernisasi Jakarta yang dicetuskan oleh Ali Sadikin pada masa pemerintahannya.
Pembangunan gelanggang pacuan kuda ini juga menjadi salah satu proyek besar yang dikerjakan di Jakarta pada periode tersebut. Proyek pembangunan ini dikerjakan di atas lahan milik Yayasan Perumahan Pulomas yang memiliki luas sekitar 86 hektare.
Proyek pembangunan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas ini kemudian selesai pada 1970. Gubernur Ali Sadikin meresmikan gelanggang tersebut pada 21 April 1970.
Walau begitu, gelanggang tersebut belum dioperasikan untuk umum. Gelanggang ini hanya digunakan untuk beberapa kegiatan pada waktu itu setelah diresmikan pertama kali oleh Ali Sadikin.
Setahun setelahnya, barulah Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas dibuka untuk umum. Dinukil dari artikel “Gelanggang Patjuan Kuda Pulo Mas Diresmikan oleh Presiden Soeharto” yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 30 Agustus 1971, peresmian Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas yang dibuka untuk umum ini berlangsung pada Sabtu, 28 Agustus 1971.
Presiden Soeharto yang menjabat pada waktu ini meresmikan secara langsung pembukaan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas ini. Pada peresmian ini pula, berlangsung perlombaan pacuan kuda yang memperebutkan Piala Kemerdekaan untuk jarak 2 ribu meter.
Unuknya jarak tempuh ini belum pernah dilombakan sebelumnya. Biasanya jarak pacuan kuda yang sering dipertandingkan pada waktu itu berkisar 1.000 hingga 1.600 meter.
Puncak Kejayaan di Era 1990-an
Pasang surut pun dialami oleh Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas. Pada dekade awal setelah beroperasi, gelanggang pacuan ini sempat mengalami perekonomian yang sulit.
Kerugian yang sempat dialami membuat Djakarta Racing Club Investments Ltd. mencabut investasinya di gelanggang pacuan kuda tersebut. Pada 1979, PT Amirin Ria sempat mengambil alih pengelolaan Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas.
Namun hal ini tidak bertahan lama. Pada 1981 muncul larangan terhadap perjudian secara nasional dan membuat PT Amirin Ria tidak lagi mengelola gelanggang pacuan tersebut.
Periode 1990-an diyakini sebagai momen kejayaan dari Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas. Namun begitu memasuki era 2000-an, kondisi gelanggang tersebut mulai mengalami kemunduran, hingga akhirnya berhenti beroperasi pada 2016.
Sejak saat itu, area tempat Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas ini kemudian termasuk dalam rencana pembangunan kembali perkotaan Jakarta. Selain itu, pembangunan ini juga dilakukan untuk keperluan Asian Games 2018.
Akhirnya Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas pun berganti wajah menjadi Jakarta International Equestrian Park.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor





Comments are closed.