Jakarta –
Tidak semua orang mampu memahami perasaan yang sedang dialami orang lain. Tak jarang, ketika mencoba mengungkapkan kesedihan, kekhawatiran, atau sudut pandang, seseorang justru dianggap terlalu sensitif atau berlebihan.
Perkataan seperti itu dapat membuat seseorang merasa emosinya tidak dihargai. Padahal, memiliki perasaan yang mendalam bukan berarti seseorang bersikap dramatis atau mencari perhatian.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merespons orang yang gemar meremehkan perasaan dengan tetap tenang dan tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kalimat apa saja yang bisa digunakan untuk menghadapi mereka tanpa harus memperkeruh keadaan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Dilansir Parade, ketika seseorang mengabaikan perasaan Bunda, mungkin sulit untuk mengetahui bagaimana harus merespons. Jadi, bagaimana saran pakar untuk mengatasi penolakan semacam ini?
“Saya akan berhati-hati dengan gagasan ‘menutup percakapan seseorang’, karena tujuannya bukanlah untuk memenangkan interaksi. Tujuannya adalah untuk melindungi realitas emosional kamu tanpa memperburuk dinamika tersebut,” ujar Psikiater, Dr. Sasha Hamdani.
Meski begitu, dia memiliki jawaban andalan yang dia rekomendasikan. Ungkapan yang disukai adalah “Kamu tidak harus setuju dengan perasaan saya agar perasaan itu valid”.
Menurutnya, ungkapan ini lugas, realistis, dan mengingatkan kedua belah pihak bahwa validasi emosional bukanlah hal yang sama dengan mengakui kesalahan.
3 Tanggapan lain yang didukung pakar untuk digunakan
Selain “Kamu tidak harus setuju dengan perasaan saya agar perasaan itu valid”, Hamdani memiliki beberapa respons andalan lain yang direkomendasikan.
Ia pun memberikan beberapa rekomendasi kalimat lainnya yang dapat Bunda sampaikan ketika ada seseorang yang meremehkan perasaan Bunda:
- “Saya tidak meminta kamu untuk memperbaiki ini, saya hanya meminta kamu untuk mendengarkan saya.”
- “Ketika kamu mengabaikan hal ini, itu membuat saya semakin sulit merasa aman dalam percakapan ini.”
- “Saya bisa bertanggung jawab atas reaksi saya, tetapi saya tetap perlu kamu mengakui dampaknya.”
Lebih lanjut, ia mengatakan kuncinya adalah tetap berpegang teguh pada pengalaman Bunda tanpa menjelaskan secara berlebihan atau memohon agar orang lain peduli.
Penyebab seseorang meremehkan perasaan orang lain
Ketika seseorang mengatakan hal yang merendahkan perasaan orang seperti, “Jangan terlalu sensitif”, apakah perkataan tersebut lebih mencerminkan orang yang mengucapkannya atau justru orang yang menjadi sasaran?
Hamdani menjelaskan bahwa jawabannya bisa berbeda karena setiap situasi memiliki konteks masing-masing.
Namun, menurutnya, ketika seseorang mengatakan “Jangan terlalu sensitif”, bisa jadi ia sebenarnya merasa tidak nyaman menghadapi emosi, tidak tahu bagaimana harus merespons, atau berusaha menghentikan perasaan yang tidak ia pahami.
Di sisi lain, bukan berarti orang yang sensitif selalu memberikan respons yang tepat atau setiap perasaan harus menentukan keputusan yang diambil. Meski begitu, perkataan yang meremehkan perasaan tetap bukanlah respons yang membantu.
Menurut Hamdani, kalimat seperti itu biasanya tidak membantu siapa pun untuk mengatur emosi. Ungkapan tersebut hanya menambah rasa malu di atas rasa sakit.
Nah, itulah kalimat tegas yang dapat Bunda sampaikan untuk menghadapi orang yang meremehkan perasaan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)





Comments are closed.