Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hidup Tanpa Mata di Dalam Gua, Ikan “Iblis” Ini Diduga Salah Satu yang Terlangka di Dunia

Hidup Tanpa Mata di Dalam Gua, Ikan “Iblis” Ini Diduga Salah Satu yang Terlangka di Dunia

hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua,-ikan-“iblis”-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia
Hidup Tanpa Mata di Dalam Gua, Ikan “Iblis” Ini Diduga Salah Satu yang Terlangka di Dunia
service

Sebuah survei rutin di Gua Bobcat, dekat Huntsville, Alabama, Amerika Serikat, berujung pada penemuan tak terduga berupa spesies dan genus baru ikan gua. Ikan ini dideskripsikan dalam jurnal Scientific Reports bulan Juli 2026, oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Matthew L. Niemiller, profesor madya biologi sekaligus direktur Cave Bio Lab di Universitas Alabama di Huntsville. Ikan tersebut diberi nama ilmiah Demogorgonichthys arcanus, dan langsung menarik perhatian karena penampilannya yang tidak lazim serta lokasi penemuannya yang selama ini dianggap sudah dipelajari secara menyeluruh.

Gua Bobcat terletak di kawasan Redstone Arsenal, fasilitas militer milik Angkatan Darat AS, dan telah dipantau para peneliti secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan, selama lebih dari 30 tahun. Gua ini dikenal sebagai habitat udang gua Alabama yang berstatus terancam punah, dua spesies udang karang gua, serta ikan gua selatan (Typhlichthys subterraneus). Pada Februari 2025, saat melakukan survei rutin untuk memantau spesies-spesies tersebut, Niemiller menemukan seekor ikan yang tampilannya berbeda dari ikan gua selatan yang biasa ia jumpai di lokasi yang sama.

Bagi para ahli biologi gua, famili Amblyopsidae, tempat ikan ini akhirnya diklasifikasikan, sudah menjadi objek kajian sejak abad ke-19 dan dianggap salah satu kelompok ikan gua yang paling dipahami di dunia. Famili ini mencakup beberapa genus yang sudah dikenal luas, termasuk Amblyopsis dan Typhlichthys, yang tersebar di berbagai sistem gua di Amerika Serikat bagian tenggara. Karena kelompok ini sudah lama dan intensif diteliti, penemuan genus baru di dalamnya dianggap kejadian yang sangat jarang terjadi, apalagi di gua yang sudah dipantau selama puluhan tahun seperti Gua Bobcat.

Ciri Fisik dan Hasil Analisis Genetik

Untuk memastikan temuan tersebut, tim peneliti mengirimkan spesimen ke Auburn University Museum of Natural History untuk diperiksa lebih lanjut oleh Jonathan Armbruster, kurator ikan di museum tersebut. Pemindaian CT, uji genetik menggunakan gen mitokondria nd2, genom mitokondria lengkap, serta gen inti rhodopsin menunjukkan bahwa ikan ini memiliki divergensi genetik yang dalam dari seluruh genus yang sudah dideskripsikan dalam famili Amblyopsidae, termasuk degenerasi lanjut pada gen yang berkaitan dengan penglihatan.

Perbandingan tiga jenis ikan gua amblyopsid dari Alabama: Typhlichthys subterraneus dan Demogorgonichthys arcanus sp. nov., yang sama-sama ditemukan di Gua Bobcat, serta Speoplatyrhinus poulsoni dari Gua Key. Tampak samping (atas) dan tampak atas kepala (bawah) memperlihatkan perbedaan bentuk moncong dan struktur kepala yang menjadi salah satu dasar penetapan D. arcanus sebagai genus baru. Foto: M.L. Niemiller.

Secara fisik, Demogorgonichthys arcanus sama sekali tidak memiliki mata, punggungnya melengkung, sirip-siripnya berduri, dan bentuk moncongnya berbeda dari kerabat terdekatnya. Ikan ini juga tidak memiliki pigmen sama sekali sehingga kulitnya tembus pandang dan otaknya dapat terlihat langsung. Dalam kondisi hidup, tubuhnya tampak berwarna biru elektrik yang samar. Kombinasi ciri-ciri ini, mulai dari bentuk punggung, sirip, moncong, hingga hasil pemindaian kerangka, membuat spesimen ini tidak dapat dimasukkan ke genus mana pun yang sudah ada, sehingga peneliti memutuskan untuk membuat klasifikasi genus baru.

Temuan yang tidak kalah menarik adalah bahwa spesies ini hidup di kolam yang sama dengan ikan gua selatan, meski keduanya tidak berkerabat dekat secara filogenetik. Menurut Niemiller, kedua spesies itu kehilangan mata dan pigmen secara terpisah, jutaan tahun berbeda, sebagai contoh evolusi konvergen yang terjadi secara independen di gua yang sama. Fenomena ini memberi bukti bahwa jalur evolusi menuju kehidupan tanpa cahaya dapat terjadi berulang kali pada garis keturunan yang berbeda, bahkan ketika kedua spesies tersebut berbagi habitat mikro yang identik selama ribuan hingga jutaan tahun.

Selama ini, kemiripan penampilan antara ikan gua selatan dan ikan yang baru ditemukan diduga menjadi salah satu alasan mengapa spesies ini luput dari perhatian peneliti selama puluhan tahun pemantauan. Baru setelah pengamatan lebih cermat terhadap bentuk punggung dan moncongnya, disusul dengan analisis genetik menyeluruh, perbedaan mendasar antara keduanya benar-benar terkonfirmasi.

Populasi Terbatas dan Asal Usul Nama

Berdasarkan pengamatan terakhir, Niemiller mencatat sekitar 27 individu Demogorgonichthys arcanus di Gua Bobcat, meski angka ini belum tentu mencerminkan jumlah populasi sebenarnya. Karena spesies ini baru diketahui dari satu lokasi saja dengan area resapan air yang sangat kecil, para peneliti menilai ikan ini kemungkinan besar berstatus kritis terancam punah dan menjadi salah satu ikan paling langka di dunia. Meski begitu, perlindungan kualitas air di kawasan tersebut sudah diterapkan sehingga risiko kepunahannya dinilai relatif kecil selama kondisi tersebut dipertahankan.

Nama genus Demogorgonichthys diambil dari Demogorgon, monster fiksi dalam serial Stranger Things, usulan Armbruster yang merupakan penggemar serial tersebut. Menurutnya, sulit mencari nama deskriptif untuk makhluk yang serba putih polos, tanpa mata, dan tidak mencolok, sehingga banyak organisme gua akhirnya diberi nama yang merujuk pada makhluk bawah tanah dalam budaya populer. Penamaan semacam ini cukup umum dalam taksonomi fauna gua, mengingat banyak spesies troglobitik memiliki penampilan yang sulit dideskripsikan hanya dengan istilah morfologi konvensional.

Soal pola makan, para peneliti menduga ikan ini bersifat oportunistik dan memangsa apa pun yang muat di mulutnya, sebagaimana lazim ditemukan pada ikan gua lain yang hidup di lingkungan minim sumber makanan. Di lingkungan gua yang gelap total dan miskin nutrisi, strategi makan generalis semacam ini umum ditemukan pada berbagai fauna troglobitik, karena ketersediaan mangsa yang stabil sangat terbatas sepanjang tahun.

**

Referensi:

Niemiller, M. L., Niemiller, K. D. K., Armbruster, J. W., & Hart, P. B. (2026). Surprising cryptic cavefish diversity in a long-studied karst cave ecosystem of northern Alabama. Scientific Reports, 16, Article 20765. https://doi.org/10.1038/s41598-026-54315-4

Kredit

Topik

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.