Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Petakan Potensi Karbon Biru, Akan Terintegrasi di RTRW Nasional?

Petakan Potensi Karbon Biru, Akan Terintegrasi di RTRW Nasional?

petakan-potensi-karbon-biru,-akan-terintegrasi-di-rtrw-nasional?
Petakan Potensi Karbon Biru, Akan Terintegrasi di RTRW Nasional?
service

Indonesia terus memetakan potensi karbon biru yang menyebar di berbagai perairan nasional melalui ekosistem mangrove dan lamun. Kementerian Kelautan dan Perikanan pun tengah meingintegrasikan  peta karbon biru ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional. Upaya pemetaan karbon biru itu selaras dengan mitigasi Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang menjadi komitmen Indonesia terhadap pengelolaan iklim. Melalui SNDC, Indonesia memasukkan karbon biru sebagai bagian dari sub sektor kelautan. Ekosistem karbon biru lebih unggul ketimbang ekosistem hutan di daratan yang umumnya menyimpan potensi cadangan karbon sekitar 200–500 Mg C/hektar. Untuk setiap hektar ekosistem mangrove, tersimpan potensi karbon biru 1.000 Mg C/hektar atau lebih. Melihat potensi itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menyusun Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZKSNT) Cadangan Karbon Biru (CKB). Kartika Listriana, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP mengatakan,  akan memasukkan peta karbon biru ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional dan melekat dalam RZKSNT. “Saat ini masih proses identifikasi kawasan mana saja yang bisa didorong untuk mengembangkan karbon biru,” katanya. Proses itu berjalan paralel dengan penyelesaian peta nasional terumbu karang dan padang lamun akhir 2025. Dia berharap, optimalisasi karbon biru ini bisa berkontribusi untuk perekonomian nasional. Kartika katakan, RZKSNT akan terintegrasi dengan kegiatan lain seperti pelayaran komersial. Dokumen ini tak hanya menyasar kawasan pesisir, tetap juga kawasan di lepas pantai. KSNT CKB ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah dalam mitigasi perubahan iklim secara global, perlindungan ekosistem laut, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dia menepis penyusunan RZKSNT sekadar instrumen teknokratis. Ia  memang dirancang  untuk memberi manfaat ekonomi,  kepastian…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.