Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Menjadikan Keluarga sebagai Sekolah Pertama dan Utama

Menjadikan Keluarga sebagai Sekolah Pertama dan Utama

menjadikan-keluarga-sebagai-sekolah-pertama-dan-utama
Menjadikan Keluarga sebagai Sekolah Pertama dan Utama
service

Mubadalah.id – Dalam kehidupan yang semakin kompleks, keluarga menjadi tempat pertama dan utama bagi setiap anggota keluarga untuk belajar tentang nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan keadilan.

Di dalamnya, setiap anggota keluarga dapat melihat dan meniru bagaimana relasi mereka jalankan. Apakah berlandaskan cinta dan kasih sayang, atau justru dengan saling menguasai. Karena itu, relasi suami dan istri serta antaranggota keluarga bukan sekadar urusan domestik. Tetapi fondasi bagi lahirnya masyarakat yang adil dan beradab.

Sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qiraah Mubadalah, relasi keluarga yang ideal adalah komitmen untuk berperilaku baik dengan menghadirkan segala kebaikan ke dalam rumah tangga dan menjauhkan segala keburukan darinya (jalbu al-mashalih li al-‘ailah wa dar’u al-mafasid ‘anha).

Artinya, rumah tangga harus dibangun dengan semangat yang menghadirkan kebaikan bersama. Baik bagi laki-laki maupun perempuan, suami maupun istri, anak laki-laki maupun anak perempuan.

Karena dari sanalah, mereka akan belajar tentang bagaimana menghormati yang lain, memahami perbedaan. Serta bekerja sama dalam kasih dan tanggung jawab.

Anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga yang penuh kekerasan atau otoritarianisme akan cenderung mengulang pola itu dalam kehidupan sosialnya. Sebaliknya, mereka yang tumbuh dalam rumah tangga yang penuh kasih sayang akan menjadi pribadi yang penuh dengan empati.

Maka dari itu, keluarga ideal bukanlah yang tanpa konflik. Melainkan yang mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara-cara yang ma’ruf—yakni baik, santun, dan berkeadilan.

Sehingga relasi dalam keluarga harus menjadi relasi kemitraan, bukan relasi kekuasaan. Dalam konteks ini, suami dan istri sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga rumah tangga dari segala bentuk kekerasan, pemaksaan, dan penindasan. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.