Pandeglang (ANTARA) – Tim SAR gabungan memusatkan pencarian jurnalis yang hilang kontak di radius terdekat dari Gunung Anak Krakatau pada hari keempat operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengemukakan, pencarian dipusatkan pada empat sektor dan satu sektor khusus di pulau-pulau yang berjarak kurang lebih 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
“Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 itu kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB melakukan penyisiran di sekitar anak Gunung Krakatau, sampai mencari di tiga titik pulau tersebut (Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang) dan mereka menyisir di darat,” kata Amrad di Pandeglang, Banten, Jumat.
Baca juga: SAR perluas pencarian jurnalis hilang ke empat sektor di hari keempat
Amrad mengemukakan, dari penyisiran di empat sektor pada hari keempat, tim SAR gabungan masih belum menemukan hasil yang mengarah pada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang.
“Untuk semua set area dengan empat sektor dan satu sektor khusus, termasuk pencarian via udara yang dapat kami sampaikan, untuk keseluruhan sektor tersebut dengan hasil nihil, hanya menemukan satu buah pelampung atau life jacket oleh Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer,” ujar dia.
Amrad melanjutkan, untuk pencarian yang lebih intensif, KN SAR Tetuka dan kapal RIB 02 Banten telah menyisir pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau kurang lebih sekitar tiga jam.
Pencarian di lapangan hingga ke titik-titik terdekat dari Gunung Anak Krakatau juga diperkuat dengan cuaca sangat mendukung, sehingga tim bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan berhasil naik ke daratan untuk menyisir wilayah.
Baca juga: Abu vulkanik & cuaca jadi kendala pencarian 5 jurnalis di Selat Sunda
Pencarian dengan helikopter 3604 juga dilakukan kurang lebih sekitar satu jam penyisiran di wilayah sekitar speed boat mulai hilang kontak.
“Berdasarkan last known position (LKP), artinya diduga hilang kontak speed boat tersebut, dan pada pukul 17.00 sudah mendarat di Carita dengan aman dan terkendali, dan dengan hasil nihil,” tuturnya.
Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan jurnalis berangkat menggunakan speed boat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Lima jurnalis yang berada dalam speed boat tersebut telah terdata. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; dan Donal Husni, pewarta foto lepas.
Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain yang berada di dalam kapal, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.
Baca juga: Tim SAR kembali temukan pelampung dalam operasi pencarian jurnalis
Baca juga: Baznas terjunkan tim bantu pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.