Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Di Tengah Ancaman Lingkungan Raja Ampat, Peneliti Temukan Dua Spesies Anggrek Baru

Di Tengah Ancaman Lingkungan Raja Ampat, Peneliti Temukan Dua Spesies Anggrek Baru

di-tengah-ancaman-lingkungan-raja-ampat,-peneliti-temukan-dua-spesies-anggrek-baru
Di Tengah Ancaman Lingkungan Raja Ampat, Peneliti Temukan Dua Spesies Anggrek Baru
service

  Di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, para peneliti botani mengungkap kekayaan alam yang tersembunyi. Dua spesies anggrek baru berhasil diidentifikasi yang menambah panjang daftar kekayaan hayati Indonesia. Kedua anggrek ini diberi nama Dendrobium siculiforme dan Bulbophyllum ewamiyiuu. Pengungkapan berawal dari kegiatan inventarisasi tumbuhan dan pemanfaatannya di Pulau Batanta, Kepulauan Raja Ampat, dengan tajuk “Orchids of the Bird’s Head Peninsula”, yang dilakukan pada 2022 oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Barat bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam survei tersebut, tim berhasil mengoleksi berbagai jenis anggrek alam serta mencatat pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat lokal. Beberapa tahun kemudian, sejumlah koleksi anggrek hasil survei berbunga, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan morfologi mendalam. Hasil kajian menunjukkan, dua spesies tersebut belum pernah teridentifikasi sebelumnya, yaitu Dendrobium siculiforme Saputra, Schuit., & Metusala dan Bulbophyllum ewamiyiuu Saputra, Schuit., & Metusala, yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Telopea pada Agustus 2025. Publikasi ini merupakan hasil kerja sama tim riset antara Reza Saputra (BKSDA Papua Barat), Destario Metusala (BRIN), Andre Schuiteman (Kew Botanic Gardens, Inggris), Yuanito Eliazar (Indonesian Society of Botanical Artists), serta Ashley Field, Katharina Nargar, dan Darren Crayn (Australian Tropical Herbarium, James Cook University). Dendrobium siculiforme adalah anggrek elegan, bagian tengah bibir bunganya yang runcing seperti mata belati. Foto: Reza Saputra/BKSDA Papua Barat   Destario Metusala, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, mengungkapkan bahwa kedua spesies baru ini merupakan anggrek epifit yang tumbuh menempel secara alami di batang pepohonan. “Dendrobium siculiforme memiliki batang tegak setinggi 15–50 cm dengan daun tersusun…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.