Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Traveling
  3. Jalan-Jalan di Jogja, Naik Transportasi Umum atau Ambil Paket Tour?

Jalan-Jalan di Jogja, Naik Transportasi Umum atau Ambil Paket Tour?

jalan-jalan-di-jogja,-naik-transportasi-umum-atau-ambil-paket-tour?
Jalan-Jalan di Jogja, Naik Transportasi Umum atau Ambil Paket Tour?
service

Ada satu hal yang selalu membuat kita rindu dengan Yogyakarta: bukan cuma makanannya yang ramah di lidah, tapi juga cara kotanya mengajak kita untuk berjalan lebih pelan. Di sini, perjalanan bukan cuma soal tiba di tempat tujuan — tapi tentang menikmati setiap langkah. Mau naik transportasi umum atau duduk nyaman dalam mobil sewaan paket liburan, semua bisa kita nikmati di Jogja. Tapi untuk wisatawan, mana yang kira-kira lebih cocok ya?

Saya masih ingat pagi itu, ketika baru tiba di Terminal Giwangan setelah 8 jam perjalanan darat dengan bus patas Bandung Express. Sebetulnya, saya bisa saja turun di Gamping yang sudah dekat dengan rumah. Namun, say sengaja tidak turun dan bablas hingga perhentian terakhirnya. Alasannya, biar saya bisa berkeliling kota ini dulu sebelum ngendon di rumah. Udara pagi yang masih sejuk, suara klakson bersahutan, dan warna hijau khas bus TransJogja melintas di depan mata.

Ah, Jogja… Selalu ada kesan yang mendalam darimu di tiap kunjungan.


1. TransJogja: Murah, Nyaman, dan Ramah Anggaran

TransJogja adalah sahabat terbaik para pelancong hemat. Dengan tarif yang tak sampai lima ribu rupiah, bus ini menghubungkan banyak destinasi populer — dari Malioboro, Tugu Pal Putih, kampus UGM, Bandara Adisucipto, hingga Candi Prambanan di ujung timur sana. Selain murah, busnya juga ber-AC dan cukup nyaman. Cocok banget kalau kamu ingin menjelajahi kota tanpa repot mikirin parkir atau bensin.

Selain ke Solo, kamu juga bisa naik KRL ke Candi Prambanan dan Bandara Adisucipto (kalau kamu naik/turun pesawat di sana). KRL Jogja-Solo sudah menggunakan armada yang terelektrifikasi seperti KRL Commuter Line Jabodetabek. Jadi, kamu pengguna KRL di sana mungkin akan sedikit “trauma” melihat kereta yang biasanya dipakai berdesak-desakan di Manggarai, tiba-tiba “say hi” di Lempuyangan.

Kekurangannya, tentu jalur dan stasiunnya masih sangat terbatas, masih jauh dibandingkan yang ada di Jabodetabek. Jadi, sama sekali tidak bisa dijadikan satu-satunya andalan untuk transportasi umum liburanmu di Jogja.

5. Paket Wisata Jogja: Liburan Tanpa Ribet

Kalau kamu ingin liburan tanpa perlu repot mengatur transportasi, akomodasi, dan jadwal, ambil saja Paket Wisata Jogja. Banyak penyedia lokal yang menawarkan pilihan sesuai minat — mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga foto-foto kekinian di spot Instagramable. Tinggal pilih paketnya, dan biarkan semua disiapkan untukmu.

Paket Tour Jogja ini cocok buat kamu yang pergi berkelompok, misalnya dengan keluarga atau geng inner circle kamu. Daripada tekor karena bolak-balik naik taksi online, mending ambil paketan. Eh, tapi sekarang sudah banyak juga operator tur untuk solo traveler, jadinya sharing dengan wisatawan yang lain. Saya coba cek, mulai harga Rp200 ribuan per hari aja udah banyak pilihannya.

Jadi, buat kamu yang mau menjelajah Jogja lebih jauh, atau mau membabat banyak spot wisata selama liburanmu yang singkat di Jogja, saya sarankan sih ambil paket tur aja. Siapa tahu, bisa dapat teman baru. Kamu juga bisa mendapatkan banyak insight dari pemandu.


Kadang, cara terbaik menikmati Yogyakarta bukan dengan terburu-buru. Entah naik TransJogja yang berputar sabar di jalanan kota, becak yang bergoyang pelan, atau KRL yang melaju di antara dua budaya — semuanya mengajarkan hal yang sama: di Jogja, perjalanan adalah bagian dari keindahan itu sendiri. Terima kasih sudah membaca, keep learning by traveling~

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.