Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Saat Kapitalisme Membatasi, Islam Menawarkan Jalan Distribusi

Saat Kapitalisme Membatasi, Islam Menawarkan Jalan Distribusi

saat-kapitalisme-membatasi,-islam-menawarkan-jalan-distribusi
Saat Kapitalisme Membatasi, Islam Menawarkan Jalan Distribusi
service

Indonesia termasuk negara yang memiliki tingkat pengangguran tinggi. Bank Dunia mengungkap bahwa satu dari tujuh anak muda di Indonesia menganggur. Menurut data dari BPS, pengangguran banyak berasal dari lulusan SMA dan perguruan tinggi.

Untuk mengurangi angka pengangguran pada lulusan baru atau fresh graduate, pemerintah membuat program magang berbayar yang dimulai pada tanggal 15 Oktober lalu. Tujuan program ini di antaranya adalah untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan skill, dan menambah pengalaman kerja. Keuntungan dari program ini, para fresh graduate akan mendapatkan gaji sesuai UMP, pengalaman kerja, dan menjadi jembatan agar lebih mudah diserap oleh perusahaan.

Namun bila dianalisis lebih lanjut, muncul pertanyaan: Apa sebenarnya penyebab tingginya angka pengangguran di Indonesia? Dengan adanya program ini, bagaimana nasib pengangguran lain yang tidak termasuk dalam kategori kualifikasi pekerja?

Hampir seluruh negara di dunia saat ini menganut sistem ekonomi kapitalisme, di mana pemilik modal menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Sistem ini membuat manusia terus berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dan melahirkan sifat individualistis. Akibatnya, terjadi penimbunan harta yang menghambat perputaran ekonomi. Kekayaan hanya beredar di segelintir orang atau kelompok, dan akhirnya angka kemiskinan meningkat.

Lapangan pekerjaan menjadi sulit didapat, kesenjangan antara kaya dan miskin semakin jauh. Mustahil mengharapkan keadilan dari sistem kapitalis yang lahir dari akal manusia. Untuk memperbaiki aktivitas ekonomi yang melambat, dibutuhkan kebijakan politik yang mampu mendistribusikan harta secara adil kepada seluruh rakyat.

Sekitar seratus tahun lalu, pernah berdiri sebuah institusi yang memiliki politik ekonomi berfokus pada distribusi harta, yakni Negara Khilafah (lebih dikenal sebagai Kekaisaran Ottoman). Institusi ini menerapkan sistem ekonomi Islam, yang di dalamnya terdapat aturan kepemilikan yang dibagi menjadi tiga kelompok: milik individu, umum, dan negara. Dengan konsep ini, privatisasi sumber daya strategis dapat dicegah. Sumber daya seperti air, listrik, dan tambang dikelola negara untuk dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik.

Distribusi harta dalam Islam adalah tujuan yang selalu melekat pada setiap kebijakan ekonomi. Islam juga melarang penimbunan harta dan mendorong agar setiap harta diputar melalui berbagai muamalah dan investasi riil. Negara Islam pun berkewajiban menyediakan lapangan pekerjaan, misalnya dengan mengelola tanah terlantar dan menyerahkannya kepada masyarakat yang mampu mengelolanya.

Karena sistem Islam bersumber dari Tuhan semesta alam, yaitu Allah SWT, sudah pasti penerapannya akan mendatangkan kesejahteraan dan keberkahan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 96, yang artinya:

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”

Untuk meraih kembali kehidupan yang sejahtera dan diridhai Allah, sudah saatnya kita kembali kepada aturan-Nya. Wallahu a’lam

Editor: Hanin Mazaya

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.