Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global

pbb-soroti-dampak-polusi-udara-terhadap-kesehatan-dan-ekonomi-global
PBB Soroti Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan dan Ekonomi Global
service

Mubadalah.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti dampak serius polusi udara terhadap kesehatan dan perekonomian global. Dalam laporan proyek lingkungan Greening the Blue 2019, PBB mencatat bahwa sekitar 91 persen penduduk dunia saat ini tidak dapat menghirup udara bersih.

Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas manusia hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat. Polusi udara berasal dari berbagai sumber, mulai dari emisi kendaraan, aktivitas industri, pembakaran bahan bakar fosil, hingga pembakaran hutan dan limbah.

PBB memperkirakan, dampak ekonomi akibat polusi udara mencapai 5 triliun dolar Amerika Serikat atau setara Rp78.708 triliun. Kerugian ini mencakup biaya perawatan kesehatan, pembelian obat-obatan, penyediaan alat medis, serta kehilangan produktivitas akibat meningkatnya angka sakit.

Pakar kesehatan lingkungan menjelaskan bahwa polusi udara berkontribusi pada berbagai penyakit, seperti gangguan pernapasan, penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru-paru. Anak-anak, lansia, dan kelompok dengan penyakit bawaan menjadi pihak yang paling rentan terdampak.

Selain itu, polusi udara juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Menurunnya kualitas udara membuat aktivitas luar ruang menjadi terbatas, mengurangi produktivitas, serta meningkatkan tekanan psikologis akibat kekhawatiran terhadap kesehatan.

Para ekonom menilai bahwa kerugian akibat polusi udara tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Negara-negara berkembang menjadi kelompok paling rentan karena memiliki sistem kesehatan yang terbatas dan tingkat polusi yang tinggi.

PBB mendorong dunia untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, memperketat regulasi emisi industri, serta memperluas ruang hijau di kawasan perkotaan. Upaya ini dinilai penting untuk menekan laju pencemaran udara.

Isu polusi udara kini tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan pembangunan manusia. Tanpa intervensi serius, dampaknya dikhawatirkan akan semakin membebani sistem kesehatan dan memperlebar kesenjangan sosial. []

Sumber tulisan: Buku Membumikan Fatwa KUPI: Pembelajaran dari Pengelolaan Sampah di Pesant

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.