Arina.id – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam kalender Hijriah, Rajab termasuk bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa, sehingga umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa.
Keutamaan bulan Rajab tidak dapat dilepaskan dari peristiwa besar Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa luar biasa ini menjadi salah satu mukjizat Rasulullah yang sarat dengan pelajaran akidah dan ibadah, terutama perintah sholat lima waktu yang menjadi kewajiban utama bagi umat Islam.
Para ulama dan ahli sejarah memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu terjadinya Isra’ Mi’raj. Sebagian menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab, sementara pendapat lain menyatakan berlangsung pada bulan Rabiul Awal atau Rabiul Akhir.
Meski terdapat perbedaan pandangan, mayoritas ulama menguatkan pendapat bahwa Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab, tepatnya malam Sabtu, pada tahun kesepuluh setelah kenabian.
Malam 27 Rajab sepatutnya diisi dengan berbagai bentuk ibadah dan doa. Seperti yang disebutkan Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam Kitab Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar:
مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ
Artinya: “Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.”
Adapun lafadz doanya adalah sebagai berikut:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.
Artinya: “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kaumerahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Demikian doa malam Isra’ Mi’raj, semoga kita bisa menjadi pribadi Muslim yang senantiasa meningkat kualitas iman dan takwa serta senantiasa mampu memaksimalkan momentum spesial ini untuk menggapai kehidupan yang penuh berkah. Wallahu a’lam.





Comments are closed.