Arina.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza pada Kamis, 15 Januari 025 lalu. Pengumuman ini disampaikan Trump setelah hari sebelumnya utusan khusus AS Steve Witkoff mengumumkan fase kedua perjanjian gencatan senjata telah dimulai sebagai bagian dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian telah dibentuk,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Sosial sambil mengatakan “Anggota Dewan akan segera diumumkan, namun saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah dewan terbesar dan paling bergengsi yang pernah dibentuk, kapan pun dan di mana pun.”
Dalam unggahan terpisah, seperti dikutip dari Anadolu, Trump mengatakan fase berikutnya dari rencananya telah resmi dimulai. “Sebagai Ketua Dewan Perdamaian, saya mendukung Pemerintahan Teknoratik Palestina yang baru ditunjuk, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang didukung oleh Perwakilan Tinggi Dewan, untuk memerintah Gaza selama masa transisi.”
“Para pemimpin Palestina ini berkomitmen kuat pada masa depan yang damai,” ujarnya dengan menjelaskan kalau kesepakatan demiliterisasi komprehensif dengan Hamas akan diamankan dengan dukungan Mesir, Turki, dan Qatar.
Sejumlah negara merespons rencana Trump tersebut, salah satunya Spanyol. Negara itu menyebut langkah tersebut sebagai tahap positif menuju pelaksanaan penuh fase kedua rencana perdamaian serta pemulihan persatuan Palestina di bawah Otoritas Nasional Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan komite yang terdiri dari tokoh-tokoh Palestina itu dapat berkontribusi pada stabilitas di Jalur Gaza dan membantu meredakan bencana kemanusiaan dengan memfasilitasi peningkatan masuknya bantuan ke wilayah yang dikepung tersebut.
“Pembentukan komite yang terdiri dari tokoh-tokoh Palestina untuk mengelola Jalur Gaza merupakan langkah positif menuju pelaksanaan fase penuh kedua rencana perdamaian dan meletakkan dasar bagi pemulihan persatuan Negara Palestina di bawah Otoritas Nasionalnya,” demikian pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Spanyol kembali menegaskan dukungan kuat Madrid terhadap Otoritas Nasional Palestina sebagai satu-satunya mitra perdamaian serta menekankan peran pentingnya selama masa transisi.
Spanyol juga menegaskan kembali komitmennya terhadap upaya internasional untuk mencapai perdamaian di Jalur Gaza dan menyampaikan apresiasi atas peran para mediator, yakni Qatar, Turki, dan Mesir, dalam mendorong implementasi rencana perdamaian tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa rencana perdamaian, bersama dengan Deklarasi New York tentang pelaksanaan solusi dua negara, merupakan jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.





Comments are closed.