Jakarta, Arina.id-Abdul El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat Amerika Serikat dari negara bagian Michigan. Kemenangan itu membuka peluang bagi politikus keturunan Mesir tersebut menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah AS apabila berhasil memenangi pemilu pada November 2026.
Melansir Al Jazeera, Kamis (6/8/2026), El-Sayed dipastikan unggul tipis atas anggota DPR AS Haley Stevens setelah hampir seluruh suara selesai dihitung. Hasil tersebut sekaligus menjadi pukulan bagi kelompok lobi pro-Israel yang menggelontorkan lebih dari US$60 juta dalam kontestasi tersebut, termasuk lebih dari US$30 juta dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) untuk mendukung Stevens.
Setelah memenangkan primary Demokrat, El-Sayed akan menghadapi kandidat Republik Mike Rogers, mantan anggota DPR AS yang memenangkan nominasi Partai Republik tanpa lawan.
Presiden Donald Trump, yang mendukung Mike Rogers sejak awal, menyerang kemenangan El-Sayed dengan mengaitkannya dengan gerakan sosialisme demokratik (DSA). Trump mengatakan kandidat yang didukung kelompok sosialis demokratik dapat merusak negara.
“Anda pergi ke kota-kota yang diambil alih oleh kaum sosialis dan komunis, kota-kota itu selalu kotor, kotor. Menjijikkan. Selain kejahatan, selain semua masalah lainnya –tidak ada pekerjaan, tidak ada apa pun, tidak ada uang – semuanya selalu kotor, menjijikkan, kotor, dan itulah yang akan Anda dapatkan,” kritik Trump dalam wawancara Selasa malam di Fox News dikutip NBC News, Jumat (7/8).
Namun, El-Sayed menegaskan dirinya bukan anggota Democratic Socialists of America (DSA), meskipun mendapat dukungan dari beberapa politisi Alexandria Ocasio-Cortez dan Senator Bernie Sanders.
“(Saya) bukan DSA secara teknis atau praktis,” tegasnya pada Wall Street Journal.
Pada tahun ketika Partai Republik dinilai menghadapi tantangan berat dalam pemilu, para pemilih Demokrat justru memilih penantang dari sayap kiri. Pilihan itu membuat perebutan kursi Senat AS dari Michigan pada pemilu paruh waktu November mendatang semakin penting karena hasilnya dapat ikut menentukan partai mana yang menguasai Senat.
El-Sayed, berkampanye dengan mengusung agenda sayap kiri. Ia didukung sejumlah tokoh liberal terkemuka, termasuk Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, serta anggota DPR AS Alexandria Ocasio-Cortez.
Sebaliknya, Stevens mendapat dukungan dari para pemimpin Partai Demokrat di Washington. Ia memiliki rekam jejak sebagai pejabat terpilih di Michigan dan dukungan dana yang besar, termasuk US$ 32 juta dari Komite Urusan Publik AS-Israel (AIPAC).
Dalam debat maupun saat berkampanye di hadapan pemilih, El-Sayed terbukti sebagai kandidat yang lebih piawai. Para pemilih Demokrat juga tampak menerima sejumlah kebijakan yang ditawarkannya.
Kebijakan tersebut meliputi jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah, upaya menurunkan harga obat, kenaikan pajak bagi kalangan kaya, serta reformasi pendanaan kampanye.
Slogan kampanyenya, “keluarkan uang dari politik, masukkan ke kantong rakyat”, menjadi seruan yang banyak digunakan oleh kandidat sayap kiri dalam rangkaian pemilu kali ini.
Profil El-Sayed
El Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan, pada 31 Oktober 1984, El-Sayed awalnya tidak membayangkan dirinya akan terjun ke dunia politik. Ia menempuh pendidikan kedokteran karena ingin menyelamatkan nyawa, namun kemudian menyadari bahwa banyak persoalan kesehatan masyarakat berakar dari kebijakan dan sistem pemerintahan.
Kesadaran itu mendorongnya beralih dari praktik medis langsung ke bidang kesehatan publik, dengan fokus memperbaiki sistem yang menurutnya dapat mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
El-Sayed tumbuh di kawasan Michigan tenggara dalam keluarga imigran. Ayahnya, Mohamed El-Sayed, berasal dari Alexandria, Mesir, dan pindah ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan teknik, sedangkan ibu tirinya, Jacqueline, memiliki keluarga yang telah lama tinggal di Michigan.
Setelah lulus dari Bloomfield Hills Andover High School pada 2003, ia melanjutkan studi di University of Michigan dengan mengambil jurusan biologi dan ilmu politik.
Ia lulus dengan predikat tertinggi pada 2007 dan sempat menarik perhatian mantan Presiden AS Bill Clinton melalui pidato kelulusannya yang menekankan pentingnya menjembatani perbedaan sosial dan budaya.
El-Sayed melanjutkan pendidikan kedokteran di Columbia University dengan dukungan beasiswa, sekaligus meraih gelar doktor bidang kesehatan masyarakat dari Oriel College, University of Oxford, melalui program Rhodes Scholarship.
Ia kemudian menjadi dosen epidemiologi di Columbia University Mailman School of Public Health pada 2014, melakukan penelitian mengenai kesehatan masyarakat, ketimpangan kesehatan, dan sistem pelayanan kesehatan.
Sepanjang karier akademiknya, ia telah menerbitkan lebih dari 100 karya ilmiah, termasuk artikel jurnal, bab buku, dan publikasi terkait kebijakan kesehatan.
El-Sayed telah dikenal sebagai pejabat kesehatan masyarakat di Michigan; ia menjabat sebagai direktur kesehatan eksekutif Detroit dari tahun 2015-2017 dan direktur kesehatan eksekutif Wayne County dari tahun 2023-2025.
Ia mengundurkan diri dari jabatannya di kota Detroit pada tahun 2017 untuk mencalonkan diri sebagai gubernur. Ia menempati posisi kedua dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat , kalah dari Gubernur petahana Gretchen Whitmer dengan selisih sekitar 22%. Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya di Wayne County tak lama sebelum meluncurkan kampanyenya untuk Senat pada April 2025.




Comments are closed.