Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Aborsi Tidak Aman Berisiko bagi Kesehatan

Aborsi Tidak Aman Berisiko bagi Kesehatan

aborsi-tidak-aman-berisiko-bagi-kesehatan
Aborsi Tidak Aman Berisiko bagi Kesehatan
service

Mubadalah.id – Persoalan menjadi lebih serius ketika perempuan berada di wilayah dengan pembatasan hukum yang ketat terhadap aborsi dan tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang aman.

Dalam kondisi tersebut, sebagian perempuan dapat mencoba melakukan aborsi sendiri atau meminta bantuan orang yang tidak memiliki kompetensi medis.

Aborsi yang dilakukan secara tidak aman dapat menimbulkan komplikasi serius. Perdarahan hebat, infeksi, kerusakan organ reproduksi, hingga kematian merupakan sejumlah risiko yang dapat terjadi.

Karena itu, perempuan yang mengalami komplikasi setelah melakukan aborsi membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan jangka panjang.

Perempuan yang mengalami sakit, luka, atau perdarahan berat setelah menjalani aborsi dengan metode apa pun juga perlu mendapatkan pemeriksaan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya komplikasi yang membutuhkan penanganan.

Dalam beberapa kasus, komplikasi dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada rahim. Jaringan parut tersebut berpotensi menimbulkan masalah pada kehamilan maupun persalinan berikutnya.

Atas dasar itu, perempuan dengan riwayat komplikasi setelah aborsi perlu memperoleh pendampingan dan pemantauan kesehatan pada kehamilan berikutnya. Pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu tenaga kesehatan mengetahui kondisi ibu dan janin serta mengantisipasi kemungkinan komplikasi.

Segera Ke Rumah Sakit

Perempuan yang pernah mengalami komplikasi berat setelah aborsi juga dianjurkan menjalani persalinan di fasilitas kesehatan atau lokasi yang dekat dengan rumah sakit maupun pusat kesehatan.

Langkah tersebut penting agar pertolongan medis dapat segera diberikan apabila terjadi masalah selama kehamilan atau persalinan.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai apakah seorang perempuan pernah mengalami keguguran atau aborsi bukan sekadar pertanyaan mengenai riwayat reproduksi. Informasi tersebut merupakan bagian penting dari riwayat kesehatan yang dapat membantu tenaga kesehatan memberikan perawatan secara lebih tepat.

Karena itu, perempuan sebaiknya dapat menyampaikan riwayat keguguran, aborsi, penggunaan obat atau jamu, serta komplikasi yang pernah tenaga kesehatan alami.

Informasi yang lengkap dan jujur dapat membantu memastikan kehamilan berikutnya mendapatkan pemantauan yang sesuai dan berlangsung seaman mungkin. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 110.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.