Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ade Putri Tidak Bergantung pada Google Review saat Pilih Kuliner, Ini Alasannya

Ade Putri Tidak Bergantung pada Google Review saat Pilih Kuliner, Ini Alasannya

ade-putri-tidak-bergantung-pada-google-review-saat-pilih-kuliner,-ini-alasannya
Ade Putri Tidak Bergantung pada Google Review saat Pilih Kuliner, Ini Alasannya
service

15 Maret 2026 21.00 WIB • 2 menit

Ade Putri Tidak Bergantung pada Google Review saat Pilih Kuliner, Ini Alasannya


Ade Putri Paramadita sejak lama menyandang predikat sebagai pencerita makanan (food storyteller) asal Indonesia. Namanya mulai dikenal publik lewat kecintaannya yang mendalam terhadap kekayaan pangan lokal. Berbeda dengan kritikus makanan yang fokus pada penilaian rasa, Ade lebih memilih untuk menggali cerita di balik dapur.

Sebelum mendedikasikan dirinya di dunia kuliner, Ade Putri memiliki latar belakang yang kuat di dunia penyiaran. Suaranya yang khas pernah menghiasi gelombang radio (seperti Prambors), yang mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun narasi. Kemampuan storytelling inilah yang kemudian ia bawa ke dunia kuliner, menjadikan setiap ulasan makanannya terasa sangat hidup dan personal.

Istilah food storyteller yang disandang Ade Putri bukan sekadar gelar keren di media sosial. Ia menjalankan peran sebagai jembatan antara petani, produsen bahan pangan lokal, juru masak tradisional, dengan konsumen modern.

Bahasa Cinta

Ade semakin giat membangun jati dirinya sebagai pencerita makanan sejak 2012. Saat itu ia diajak pakar kuliner William Wongso untuk lebih dekat dengan kuliner khas Indonesia yang memberinya pengatahuan dari segi tradisi hingga budaya.

“Waktu itu ada perkumpulan namanya Aku Cinta Makanan Indonesia. Mulai ikutan di sana terus kayak mulailah terpapar lebih banyak lagi makanan-makanan Indonesia. Aku si yang paling sering makan masakan Indonesia ngerasa, ‘pengetahuan gue tentang masakan Indonesia ternyata dikit banget ya’. Masih banyak hal yang aku sama sekali enggak tahu,” ucap Ade kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Sudah bertahun-tahun Ade menyandang predikat pencinta makanan dan internet membuatnya semakin dikenal. Ia berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia untuk menggali kisah dari masyarakat lokal yang memasak kuliner daerahnya.

Dari banyaknya penjelajahan, Ade kerap menjumpai satu kesamaan dari orang Indonesia yaitu keramahtamahan dalam urusan menyuguhkan makanan. Menurutnya lewat makanan lah orang Indonesia memperlihatkan kecintaan dan keakraban bahkan untuk orang yang baru saja dijumpai.

“Bahasa cinta orang Indonesia adalah makanan. Ditanya pasti kan, ‘sudah makan?’. Sebisa mungkin dengan apa adanya yang tersaji di meja makan. Di situlah sebenarnya harusnya kita mengapresiasi lagi-lagi terlepas cocok atau enggak sama selera kita untuk membuat mereka percaya diri sama resepnya,” ujar mantan penyiar FeMale Radio Jakarta tersebut.

Tidak Bergantung Google Review

Dalam memilih restoran atau warung makan, banyak orang terbagi menjadi beberapa kubu. Ada yang memilih karena faktor resto menawarkan kenyamanan, ada yang karena masakannya, dan ada pula karena harganya.

Banyak orang lalu menjadikan aspek tersebut sebagai indikator penilaian (review) ketika membagikan pengalamannya di internet. Harapan dari situ orang lain bisa terbantu menentukan pilihan resto mana yang hendak ingin dituju.

Bagi Ade Putri sendiri mencari makanan sesuai selera adalah pilihan utama. Namun, ia enggan bergantung dengan review yang tampil di internet dengan alasan ingin menemukan rasa berdasarkan pengalaman pribadi.

“Aku tidak pernah bergantung pada Google Review. Jadi ketika mencari sebuah makanan yang aku cari makanannya bukan warungnya. Kadang-kadang kita lihat sebuah warung ada yang menarik belum tentu karena warna catnya, mungkin nama dagang makanannya atau warung asap mengepul. Jadi itu kemungkinan fiftyfifty. Makanya aku lebih suka mencoba dari hal-hal penemuanku sendiri dibanding percaya review orang,” ungkap Ade.

Setiap orang memiliki selera masing-masing dan Ade percaya akan hal tersebut. Ia pun merasa setiap orang bebas untuk menilai dan bebas pula untuk tidak setuju penilaian orang yang sudah mendapat pengalaman seusai makan di suatu resto.

“Selera kita tidak selalu sama, terus kita juga tidak selalu setuju dengan komentar orang bahwa tempatnya jorok. Mungkin kata orang jorok menurut aku bukan jorok, itu dapurnya berjelaga karena kayu bakar. Ada hal-hal tertentu yang menurut aku enggak perlu sepenuhnya percaya sama review,” ucapnya lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.