Di pesisir utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ada kawasan mangrove tersisa dan menjadi habitat lutung jawa (Trachypithecus auratus). Lokasinya berada di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, sekitar 70-an kilometer dari pusat Jakarta, ibu kota Indonesia. Setibanya di pesisir Kampung Desa Pantai Bahagia, pengunjung harus menyebrang menggunakan perahu menuju Kawasan Konservasi Satwa karena jalur darat sudah terputus akibat abrasi. Suara mesin perahu meraung pelan saat menyusuri muara Sungai Citarum. Tampak hamparan tambak dan sisa-sisa mangrove yang bertahan di tengah abrasi dan alih fungsi lahan. Saat mendekati di kawasan itu, rimbun bakau mulai menutup pandangan. Dari jauh terlihat empat ekor lutung melompat antar dahan pohon. Saat, kami mendekat, lutung melompat cepat ke dalam hutan. Kawasan ini, Daman menghabiskan sebagian besar waktunya. “Lutung itu pemalu,” kata Daman, warga Kampung Desa Pantai Bahagia yang menjaga wilayah itu Sabtu, (9/7/26). Baginya, hutan bakau telah menjadi rumah kedua. Tiap hari, sepulang mencari kepiting bakau, biasa dia memasuki hutan untuk memantau lutung jawa. Tak hanya lutung jawa, wilayah ini juga terdapat kera ekor panjang, trinil pantai, dara laut jambul, tiram dan benggala, kuntul kecil, cangak besar dan abu, bangau bluwok, cekakak sungai, kokokan laut dan blekok sawah. Daman, penjaga lutung jawa di Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto: Indah Suci Safitri/ Mongabay Indonesia “Dulu, saya nyari kepiting bakau di sini, lama-lama diajak organisasi masyarakat untuk jaga daerah sini sejak 2012,” cerita Daman. Dia menjalani rutinitas itu sebagai relawan. Berdasarkan data pemerintah Kabupaten Bekasi, penetapan kawasan hutan lindung di wilayah ini awalnya mencapai 10.000 hektar, namun…This article was originally published on Mongabay
Aksi Masyarakat Jaga Lutung Jawa di Tengah Kerusakan Mangrove Muaragembong
Aksi Masyarakat Jaga Lutung Jawa di Tengah Kerusakan Mangrove Muaragembong





Comments are closed.