Pada Mei 2026, beredar luas di media sosial video seekor kuskus yang bergerak ke dahan tertinggi saat pohon terakhirnya dirobohkan. Ia terus memanjat mencari perlindungan, sementara eskavator terus merobohkan pohon-pohon di sekelilingnya. Awal Agustus 2026, video berikutnya memperlihatkan, di antara pohon-pohon yang tumbang, seekor kuskus berwarna emas dengan totol-totol putih bertahan di sisa-sisa dahan roboh. Di belakangnya, aktivitas alat berat terus bekerja menebang pohon-pohon lainnya. Begitulah gambaran video yang belakangan ramai dibagikan warganet dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dan memantik duka warganet. Rekaman video ini mulai beredar luas sejak pertengahan tahun ini dan memperlihatkan aktivitas pembukaan lahan hijau skala besar di kawasan yang menjadi rumah bagi satwa endemik Papua. Kuskus totol (Spilocuscus maculatus) atau yang biasa disebut juga kuskus pontai. Foto: Wikimedia Commons/garywwilson/CC BY 4.0. Seperti apa sebenarnya kuskus? Kuskus adalah satwa liar berkantung yang menghuni hutan hujan Australasia, mulai Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Timor, hingga Australia bagian utara. Sering disangka primata karena gerakannya yang lambat dan matanya yang besar menghadap ke depan, hewan ini adalah marsupial arboreal sejati, penghuni kanopi ulung. Identitas pasti individu kuskus dalam video yang viral ini belum dikonfirmasi resmi oleh lembaga konservasi. Namun berdasarkan pola sebarannya, kuskus di dataran rendah Papua Selatan, termasuk kawasan sekitar Taman Nasional Wasur, Merauke, umumnya adalah satu dari dua jenis yang paling luas sebarannya di Papua, yaitu kuskus totol (Spilocuscus maculatus) dan kuskus biasa/kuskus timur (Phalanger orientalis). Keduanya sama-sama pemanjat ulung: bertubuh 35–45 cm, bermata besar untuk melihat dalam gelap, dan berekor panjang tanpa bulu di ujungnya yang berfungsi…This article was originally published on Mongabay
Mengenal Kuskus Papua yang Kehilangan Rumahnya
Mengenal Kuskus Papua yang Kehilangan Rumahnya





Comments are closed.