Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mencermati Pidato Prabowo soal Pangan, Energi sampai Bisnis Karbon

Mencermati Pidato Prabowo soal Pangan, Energi sampai Bisnis Karbon

mencermati-pidato-prabowo-soal-pangan,-energi-sampai-bisnis-karbon
Mencermati Pidato Prabowo soal Pangan, Energi sampai Bisnis Karbon
service

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato di sidang tahunan MPR, Jumat (14/8/26), mengklaim sejumlah keberhasilan dua tahun masa pemerintahannya, seperti   Indonesia sudah swasembada pangan maupun kesuksesan transisi energi. Prabowo klaim, swasembada pangan hanya perlu waktu satu tahun, lebih cepat dari yang perkiraan. “Swasembada pangan yang kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal,” kata Prabowo dari teks lengkap pidatonya. Tahun ini, katanya, swasembada delapan komoditas pangan tercapai, antara lain, beras, jagung, gula, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Berbagai kalangan dari organisasi masyarakat sipil sampai akademisi menyoroti klaim Prabowo itu. Isnawati Hidayah, Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Kabinet Bayangan mengkritik klaim Prabowo soal swasembada pangan yang hanya mengandalkan angka-angka agregat terhadap delapan komoditas. Dia bilang, Prabowo melupakan fakta penting kondisi pertanian Indonesia, bahwa ada 17 juta petani gurem yang hanya mengelola lahan di bawah 0,5 hektar. “Itu pun bisa saja lahan milik orang. Mereka hanya sebagai buruh atau mereka bertani cuma untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ujar Isnawati dalam konferensi pers Kabinet Bayangan. Dia juga mengatakan, petani yang merupakan produsen pangan justru hidup dalam kemiskinan. Sekitar 47,94% penduduk miskin ekstrem berada di sektor pertanian. Anggaran ratusan triliun yang negara gelontorkan atas nama swasembada pangan, tidak berdampak positif bagi kehidupan petani gurem. Pemerintah, katanya,  mengalokasikan anggaran ketahanan dan swasembada pangan dalam RAPBN 2027 sebesar Rp195,3 triliun. Angka ini naik 2,3% dari outlook APBN 2026 sebesar Rp190,9 triliun. Anggaran itu teralokasi antara lain…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.