Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Aksi Nyata Kelompok Perempuan di Tengah Karut Marut Kelola Sampah Jakarta

Aksi Nyata Kelompok Perempuan di Tengah Karut Marut Kelola Sampah Jakarta

aksi-nyata-kelompok-perempuan-di-tengah-karut-marut-kelola-sampah-jakarta
Aksi Nyata Kelompok Perempuan di Tengah Karut Marut Kelola Sampah Jakarta
service

Sekelompok  perempuan  meriung di kebun sayuran pada Senin (30/3/26). Suka cita, mereka memetik beragam sayuran dengan pupuk kompos limbah rumah tangga. Mereka adalah para perempuan  yang tergabung dalam Kelompok Tani Taman Puspa Elok Lestari RT05/RW16 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. “Kami mengolah sampah rumah tangga saat Pandemi COVID-19, pada Februari 2021,’’ kata Shanty Syahril, Koordinator Koperasi Kompos dalam webinar bertema “Krisis Pangan, Lonjakan Gas Metan dan Tantangan Iklim Indonesia” pada Kamis (12/3/26). Berawal dari 30 orang di lingkup RW16, yang intens diskusi perihal pengolahan sampah, mereka lantas tergerak, memilah dan mengolah sampah rumah tangga. “Mengubah masalah menjadi manfaat. Koperasi kompos menerima sisa sayur dan kulit buah. Petugas menjemput ke rumah anggota setiap Senin, Rabu dan Jumat,” katanya. Santy katakan, hampir semua sampah berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Dengan luas 110,3 hektar, sampah yang tertampung di Bantar Gebang rerata 6.500–7.000 ton per hari.  Mereka pun berinisiatif mengatasi persoalan sampah skala rumah tangga. Apalagi, sampah yang telah terpilah di rumah, kerap tercampur saat diangkut truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sehingga konsep koperasi kompos ini menjadi alternatif mengolah sampah secara mandiri. Jakarta memang sudah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 /2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga mengatur masyarakat di lingkup rukun warga untuk mengolah sendiri sampah organik tetapi  tak banyak berjalan efektif. Di lingkungannya, dari 470-an warga, tak sampai 10 rumah  yang melakukan pengomposan. Tim operasional Koperasi Kompos RW 16 Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur rata-rata setiap pekan mengolah 300–400 kilogram sampah atau 1,5 ton…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.