Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Aktif Berjejaring di Organisasi Internasional, Indonesia Konsisten Usung Sistem Multilateralisme

Aktif Berjejaring di Organisasi Internasional, Indonesia Konsisten Usung Sistem Multilateralisme

aktif-berjejaring-di-organisasi-internasional,-indonesia-konsisten-usung-sistem-multilateralisme
Aktif Berjejaring di Organisasi Internasional, Indonesia Konsisten Usung Sistem Multilateralisme
service

19 Januari 2026 18.00 WIB • 2 menit

Aktif Berjejaring di Organisasi Internasional, Indonesia Konsisten Usung Sistem Multilateralisme


Kondisi dunia yang semakin multiplex, kompetitif, dan tidak terprediksi mendorong Indonesia untuk terus berada dalam sistem multilteralisme. Hal ini memberikan ruang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk dapat tetap menentukan arah dan nasibnya sendiri sembari tetap menjaga kepentingan nasionalnya.

Indonesia sudah dikenal aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda di panggung global. Hal ini tentu sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang diusung Indonesia sejak awal kemerdekaannya.

Tak hanya itu, rekam jejak diplomasi Indonesia di dunia juga dinilai baik. Ini dibuktikan dengan kepercayaan dunia pada Indonesia untuk memegang berbagai posisi strategis di organisasi maupun lembaga internasional.

Keterlibatan aktif itu tentu bukan tanpa sebab. Dengan bersikap proaktif, platform-platform tersebut dapat menjadi jembatan kepentingan demi memperluas ruang strategis hingga posisi tawar Indonesia.

Sebagai contoh, tahun 2025, Indonesia resmi bergabung dengan BRICS. Namun, di lain sisi Indonesia juga tengah mengupayakan untuk segera bisa menjadi bagian dari OECD. Meskipun dua organisasi ini tampaknya “berlawanan”, tetapi hal itu justru dianggap sebagai wujud dari pelaksanaan prinsip bebas aktif—bebas menentukan jalur da aktif memanfaatkan tiap ruang kerja sama yang ada.

Kantongi Posisi Strategis di 10 Organisasi Dunia

Kawan GNFI, sepanjang 2025, Indonesia sukses mengantongi 10 posisi strategis di organisasi internasional. Merangkum dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, keaktifan Indonesia di berbagai arena multilateral itu merupakan strategi ketahanan berbasis jejaring, bukan kubu.

Lebih lanjut, Indonesia berhasil menjadi salah satu dari tiga negara yang terpilih sebagai Dewan Auditor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2026-2032. Momen ini dianggap tepat dan sejalan dengan upaya reformasi PBB yang banyak digaungkan negara anggotanya.

Di forum teknis, Indonesia didapuk menjadi anggota Kategori C Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk periode 2026-2027. Lewat IMO, Indonesia bisa ikut terlibat dalam memperjuangkan standar keselamatan pelayaran.

Tak ketinggalan, Indonesia turut mendorong penguatan konektivitas pos dunia yang diharapkan dapat berdampak langsung ke UMKM dan lokapasar darng melalui keterlibatannya sebagai Dewan Administrasi Kesatuan Pos Sedunia (UPU). Jabatan ini bakal diemban pada 2025-2029.

Melalui ANTARA, beberapa keanggotaan lain yang diraih Indonesia adalah Koalisi Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI) periode 2025-2028, anggota Badan Eksekutif Program Permukiman PBB (UN Habitat) periode 2025-2029, dan anggota Dewan Eksekutif Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO 2025-2027.

Selanjutnya, Indonesia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi Produktivitas Asia periode 2025-2028, Dewan Operasional Pos UPU periode 2025-2029, anggota Komite Program dan Koordiasi PBB (UNCPC), serta anggota eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Selain itu, kabar lain yang sangat membanggakan adalah Indonesia terpilih sebagai Dewan HAM PBB untuk pertama kalinya. Indonesia menduduki jabatan ini selama satu tahun penuh di 2026.

Pada periode 2026-2027, Indonesia terpilih menjadi Ketua D-8. Forum negara-negara Global South itu banyak difokuskan pada isu ketahanan pangan dan energi, kerja sama ekonomi biru, sains, sampai teknologi guna membangun kekuatan serta ketahanan bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.