Wed,12 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Amri/Nita tersingkir di Japan Open usai kehilangan ketenangan

Amri/Nita tersingkir di Japan Open usai kehilangan ketenangan

amri/nita-tersingkir-di-japan-open-usai-kehilangan-ketenangan
Amri/Nita tersingkir di Japan Open usai kehilangan ketenangan
service

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kehilangan ketenangan pada poin-poin krusial saat tersingkir pada babak pertama BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Rabu.

Amri/Nita harus mengakui keunggulan pasangan unggulan keenam asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue melalui pertandingan ketat dua gim dengan skor 18-21, 21-23.

“Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya,” kata Amri melalui keterangan resmi PBSI usai laga.

Amri/Nita memiliki peluang memperpanjang pertandingan ketika terus memberikan tekanan pada gim kedua. Akan tetapi, sejumlah kesalahan sendiri membuat mereka gagal memaksakan gim penentuan.

Nita mengakui permainan Gicquel/Delrue yang kerap memperlambat tempo pertandingan turut memengaruhi konsentrasi dan emosi mereka.

“Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih ok, itu cukup mengganggu kami. Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini,” ujar Nita.

Meski demikian, Nita mengatakan dirinya telah mengantisipasi variasi servis pasangan Prancis, termasuk flick serve yang beberapa kali digunakan untuk menekan pertahanan Indonesia.

“Kalau flick servis mereka, saya sudah antisipasi karena memang mereka sering melakukan itu dilihat dari permainan sebelum-sebelumnya,” kata Nita.

Baca juga: Ana/Trias jaga momentum positif di Japan Open 2026

Baca juga: Alwi bungkam Nishimoto untuk melaju ke 16 besar Japan Open

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.