Mon,9 March 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Anak Tanpa Figur Ayah Tetap Bisa Tumbuh Optimal, Ini Syaratnya

Anak Tanpa Figur Ayah Tetap Bisa Tumbuh Optimal, Ini Syaratnya

anak-tanpa-figur-ayah-tetap-bisa-tumbuh-optimal,-ini-syaratnya
Anak Tanpa Figur Ayah Tetap Bisa Tumbuh Optimal, Ini Syaratnya
service

Isu fatherless atau ketiadaan peran ayah dalam pengasuhan anak semakin umum diperbincangkan. Namun, Guru Besar Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Euis Sunarti, menegaskan kondisi ini tidak bisa dipahami secara sederhana hanya dari hadir atau tidaknya sosok ayah secara fisik.

Melalui keterangan pada Senin, 2 Maret 2026, Euis menjelaskan, istilah fatherless merujuk pada ketiadaan peran ayah, bukan semata-mata ketiadaan fisik. Ada ayah yang tinggal serumah, tapi secara emosional dan pengasuhan justru tidak hadir. “Sebaliknya, ada anak tanpa ayah biologis tetapi tetap mendapatkan fungsi keayahan dari lingkungan,” ujarnya.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 menunjukkan sekitar 20,1 persen anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah. Angka ini berasal dari indikator anak tinggal bersama ibu saja, tinggal bersama kakek-nenek tanpa ayah, atau ayah yang bekerja lebih dari 12 jam per hari.

Euis menilai, data ini perlu dipahami sebagai peringatan untuk meningkatkan perhatian terhadap pengasuhan anak, bukan untuk menyimpulkan kegagalan keluarga. “Itu warning agar kita meningkatkan kesadaran. Jangan langsung memaknai semua kondisi itu berdampak buruk,” katanya.

Ia menekankan, dampak fatherless sangat bergantung pada keberadaan sistem pendukung. Peran ayah dapat tergantikan oleh figur lain seperti kakek, paman, guru, bahkan lingkungan sosial yang positif. Dalam banyak kasus, anak tetap tumbuh sukses meskipun kehilangan ayah, terutama jika ibu mampu memberikan pemahaman yang baik mengenai kondisi keluarga.

“Banyak anak yatim yang berhasil tanpa penyimpangan perilaku karena kebutuhan emosionalnya tetap terpenuhi. Jadi bukan soal ada atau tidaknya ayah, tetapi apakah fungsi pengasuhan itu hadir,” jelasnya.

Sebaliknya, ia menemukan dalam sejumlah survei bahwa anak justru bisa mengalami luka emosional ketika ayah hadir secara fisik tetapi mengabaikan kebutuhan perhatian anak. “Ada anak yang mengatakan lebih baik dimarahi daripada dicuekin. Artinya, kebutuhan perhatian itu sangat mendasar,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat membangun kepedulian sosial terhadap anak-anak di sekitar lingkungan. Tetangga, keluarga besar, hingga komunitas dinilai memiliki peran penting menciptakan ruang tumbuh yang sehat. Karena itu, konsep Kampung Ramah Keluarga yang ia usung sejak beberapa tahun lalu semakin relevan dibutuhkan.

Menurutnya, orang tua perlu menjadikan anak sebagai prioritas dengan menciptakan core memory positif melalui kebersamaan yang dirancang secara sadar. “Tidak selalu soal lamanya waktu. Menyapa, mendengarkan, atau membuat agenda khusus bersama anak bisa membuat kehadiran ayah benar-benar dirasakan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar narasi Indonesia sebagai negara dengan tingkat fatherless tinggi tidak menimbulkan stigma negatif terhadap ayah. “Gunakan data untuk meningkatkan kesadaran, bukan menyalahkan. Banyak keluarga Indonesia tetap kuat karena dukungan lingkungan dan nilai kebersamaan,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.