Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ancaman Hilangnya Kicau Burung di Habitat Aslinya

Ancaman Hilangnya Kicau Burung di Habitat Aslinya

ancaman-hilangnya-kicau-burung-di-habitat-aslinya
Ancaman Hilangnya Kicau Burung di Habitat Aslinya
service

Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Awal tahun ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali menggagalkan upaya penyelundupan 7.355 burung dari beragam jenis, termasuk spesies yang dilindungi. Ada burung kacamata wallacea, manyar, prenjak, srigunting cucak kombo dan gelatik batu. Angka ini menjadi kasus penyelundupan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Di Indonesia, memelihara burung kicau dalam sangkar tak hanya sekedar hobi, tapi bagian dari budaya dan mencerminkan status sosial. Tak hanya itu, popularitasnya kini menjadi industri yang menguntungkan dengan munculnya beragam kontes burung kicau. Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia tahun 2022-2024, terdapat 801 kasus penyelundupan satwa liar di Indonesia. Jumlah spesiesnya mencapai 193.000 satwa liar dan 172.000 burung—166.000 merupakan burung kicau. Kanitha Krishnasamy, Direktur Monitoring Perdagangan Satwa Liar TRAFFIC untuk wilayah Asia Tenggara menyebutkan perdagangan burung dan penyitaan besar-besaran kini menimbulkan kekhawatiran. Ini tentu menyebabkan penurunan jumlah spesies secara cepat di alam dan mendorong spesies menuju kepunahan. Perdagangan pun tak hanya di pasar fisik, tapi merambah pasar online di Indonesia. Peneliti dari Center for International Forestry Research (CIFOR) mengembangkan Support Vector Machine untuk mengumpulkan semua daftar iklan burung kicau dari pasar online di Indonesia. Mereka menggunakan metode web-scraping dan mengidentifikasi sebanyak 284.118 iklan burung kicau di satu situs e-commerce dalam periode April 2020 hingga September 2021. Dari jumlah itu, tercatat sedikitnya 284.118 individu burung diperdagangkan secara online. Dari data tersebut, lebih dari 6% merupakan spesies yang terancam punah, termasuk jalak suren (Gracupica jalla) dan cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) yang berstatus kritis. Situasi ini kian buruk tanpa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.