Wed,15 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bakti Suami dan Istri: Akhlak Mulia dalam Relasi Rumah Tangga

Bakti Suami dan Istri: Akhlak Mulia dalam Relasi Rumah Tangga

bakti-suami-dan-istri:-akhlak-mulia-dalam-relasi-rumah-tangga
Bakti Suami dan Istri: Akhlak Mulia dalam Relasi Rumah Tangga
service

Mubadalah.id – Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qiraah Mubadalah menjelaskan bahwa bakti suami terhadap istrinya adalah bagian dari akhlak mulia yang sama pentingnya dengan bakti istri terhadap suaminya.

Hal ini sebagaimana dalam Musnad Ahmad (no. 10247), bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Keimanan yang paling sempurna di antara orang-orang beriman adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik perilakunya terhadap istrinya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa ukuran kesempurnaan iman seseorang bukan pada statusnya sebagai laki-laki. Melainkan pada kualitas akhlak mulia terutama dalam memperlakukan pasangan hidupnya.

Melalui metode pembacaan mubadalah, Kiai Faqih mengajak kita melihat bahwa pesan-pesan hadits semacam ini tidak hanya berlaku untuk laki-laki. Perempuan, sebagai bagian dari orang-orang beriman, juga dipanggil untuk menyempurnakan imannya melalui akhlak yang baik terhadap suami mereka.

Artinya, jika suami terbaik adalah yang berbuat baik kepada istrinya, maka istri terbaik pun adalah yang berbuat baik kepada suaminya.

Pesan ini jelas bersifat timbal balik. Dengan begitu, relasi rumah tangga bukan lagi hubungan hierarkis antara yang “memerintah” dan yang “melayani”. Tetapi kemitraan dua insan yang sama-sama berjuang meneladani akhlak Rasulullah.

Al-Qur’an dan Prinsip Kesalingan

Persis seperti teks-teks hadits di atas, al-Qur’an pun menegaskan pentingnya perilaku baik sebagai pondasi relasi suami istri. Dalam QS. an-Nisaa’ (4): 19 disebutkan:

“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara ma’ruf.”

Menurut Kiai Faqih kata mu‘asyarah bil ma‘ruf (saling bergaul secara baik) secara bahasa berasal dari bentuk mufa‘alah, yang berarti hubungan timbal balik. Maka, sekalipun ayat ini secara tekstual ditujukan kepada laki-laki, pesan moralnya juga berlaku bagi perempuan.

Jika dibaca dengan perspektif mubadalah, ayat ini dapat kita terjemahkan sebagai:

“Perlakukanlah, wahai laki-laki dan perempuan, pasanganmu dengan baik. Jika kamu tidak menyukainya, maka bisa jadi Allah menjadikan kebaikan dari apa yang tidak kamu sukai itu.”

Pembacaan semacam ini mengembalikan ruh keadilan dan kasih sayang yang menjadi inti ajaran Islam. Relasi rumah tangga yang berlandaskan semangat kesalingan akan melahirkan kedamaian, penghormatan, dan cinta yang utuh. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.