Jakarta, Arina.id—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menegaskan bahwa zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah umat Islam, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Baznas RI, H Sodik Mudjahid mengatakan gerakan zakat, infak, dan sedekah merupakan kekuatan sosial yang dapat memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata,” tegasnya.
Menurut Sodik, zikir dan doa kebangsaan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan melalui penguatan gerakan zakat. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama dalam membangun kesejahteraan umat sekaligus memperkuat fondasi kebangsaan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Prof KH Nasaruddin Umar, M.A. menyampaikan apresiasi terhadap kinerja lembaga-lembaga filantropi yang dinilai berhasil meningkatkan pengelolaan dana sosial keagamaan secara berkelanjutan.
“Bapak, Ibu sekalian, pengelolaan keuangan sosial keagamaan terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik,” tuturnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang diisi dengan salat Magrib berjamaah, pembacaan selawat diiringi hadrah, zikir bersama, serta doa untuk keselamatan dan kemajuan Indonesia.
Acara tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan memperkuat solidaritas sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.



Comments are closed.