Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Batata Pantai dan Abrasi Pesisir Gorontalo Utara

Batata Pantai dan Abrasi Pesisir Gorontalo Utara

batata-pantai-dan-abrasi-pesisir-gorontalo-utara
Batata Pantai dan Abrasi Pesisir Gorontalo Utara
service

Tumbuhan menjalar bernama batata pantai (Ipomoea pes-caprae) ini tumbuh menjalar di pantai. Daunnya hijau bundar menyerupai tapak kuda. Di beberapa tempat, bentuk ini yang menyebabkan masyarakat mengenalnya sebagai tapak kuda atau katang-katang. Bunganya ungu terompet dan akarnya mencengkeram pasir dengan kuat. Di Indonesia Timur, nama batata merujuk pada ubi jalar, tanaman merambat; sehigga disebut batata pantai karena merambat seperti ubi jalar. Tumbuhan ini tampak biasa bagi kebanyakan orang, namun bagi masyarakat pesisir Gorontalo Utara, batata pantai adalah penyelamat sekaligus warisan leluhur yang kini terancam punah. Gusnar Ismail, pegiat selam, isu kelautan, dan perikanan di Gorontalo, menjelaskan bahwa batata pantai banyak ditemukan di kawasan pesisir Indonesia, termasuk di Gorontalo Utara. Tumbuhan ini tergolong halofit atau mampu hidup di lingkungan berkadar garam tinggi, dan tersebar luas di negara-negara tropis dan subtropis di Asia, Amerika, Afrika, hingga Australia. Namun, pengamatan Gusnar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fakta memprihatinkan. Tumbuhan ini perlahan mulai menghilang dari habitat aslinya. Di Desa Bulontio Timur dan Desa Bulontio Barat, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, masyarakat pesisir turun-temurun memanfaatkan batata pantai sebagai obat darurat. “Ketika seorang nelayan tersengat ubur-ubur, tertusuk ikan berbisa (stone fish), atau terkena duri ikan sembilang yang dalam Bahasa Gorontalo disebut tola lo huwa, mereka segera mencari tumbuhan ini,” kata Gusnar kepada Mongabay Indonesia, Sabtu (14/3/2026). Cara penggunaannya sederhana, namun efektif. Ujung batang daun muda dipatahkan hingga keluar getah bening, lalu dioleskan ke kulit yang terkena sengatan. Cara lainnya, ujung tangkai dan daun muda ditumbuk atau diremas hingga halus dan mengeluarkan cairan, kemudian diusap ke tubuh yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.