Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Peran Tokoh Agama Islam Masih Minim dalam Isu Lingkungan?

Peran Tokoh Agama Islam Masih Minim dalam Isu Lingkungan?

peran-tokoh-agama-islam-masih-minim-dalam-isu-lingkungan?
Peran Tokoh Agama Islam Masih Minim dalam Isu Lingkungan?
service

Krisis iklim nyata dan kerusakan lingkungan terus terjadi di mana-mana termasuk di berbagai penjuru nusantara. Perusakan hutan, alam maupun pencemaran sungai, laut, udara atas nama pembangunan atau investasi maupun ulah masyarakat terus terjadi hingga mengancam lingkungan dan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Sebenarnya, tokoh agama maupun lembaga atau sekolah keagamaan terutama Islam, sebagai agama terbesar di Indonesia, punya peran penting terlibat dalam menyuarakan atau beraksi dalam isu lingkungan ini. Sayangnya, keterlibatan mereka terbilang minim, walau sudah ada yang memulainya. Roy Murtadho, Pengasuh Pesantren Ekologi Misykat Al Anwar, Bogor, mengatakan,  sejauh ini masalah lingkungan masih belum dianggap begitu penting dan melekat dengan persoalan agama, seolah masalah lingkungan di luar problem agama. “Terutama di kalangan tokoh agama yang dalam konteks NU (Nahdlatul Ulama) adalah para fuqaha (pakar hukum Islam). Kalaupun ada yang menganggap masalah lingkungan sangat penting jadi perhatian umat Islam, itu pun belum banyak,” katanya. Sabtu, (10/1/26). Persoalan lingkungan melekat dengan agama karena semua aktivitas agama akan menjadi terganggu kalau lingkungan hidup rusak. Semisal,  ketika membahas tentang wudu’ dalam ilmu fikih. Sayangnya, saat ini adalah ketika agama hanya berorientasi kepada urusan akhirat saja, hingga mengabaikan pentingnya lingkungan hidup sebagai bagian dari praktik agama itu sendiri. “Dari cara pandang semacam itu, sampai saat ini belum banyak kurikulum belajar di pesantren, misal, yang mengaitkan antara problem beragama dengan lingkungan,” kata Roy. Dia contohkan,  masalah kerusakan aliran sungai di sungai-sungai besar di Indonesia karena berbagai sebab, semisal karena aktivitas pertambangan. Dalmpak eksploitasi terhadap alam menimbulkan bencana. Kondisi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara. Rumah-rumah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.