Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Belajar dari Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah

Belajar dari Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah

belajar-dari-fenomena-lubang-raksasa-di-aceh-tengah
Belajar dari Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah
service

Lubang raksasa seluas hampir tiga hektar itu terus merangsek, merobek ladang kopi dan sawah warga di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh. Bahkan longsoran telah memakan jalan yang menjadi urat nadi warga. Kini jalan penghubung Aceh Tengah-Bener Meriah terputus total. Warga tidak menyangka longsoran di lereng yang semula kecil pada 2010 lalu itu kini kian membesar. Longsoran terus bergerak ke utara, selatan dan tenggara. Menenggelamkan tanah garapan, mengancam kehidupan, dan menimbulkan rasa was-was. Jika sebelumnya jalan yang tergerus hanya 4 meter, kini telah mencapai panjang 175 meter. Jarak longsoran ke permukiman pun makin dekat. Kini tinggal 450 meter saja. Warga pun meminta relokasi. Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan skemanya. Berbeda dengan pemahaman publik sebelumnya yang menganggap fenomena di Aceh Tengah sebagai sinkhole, peneliti BRIN menegaskan bahwa yang terjadi ini adalah longsoran. “Itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ungkap Adrin Tohari, dimuat di laman resmi BRIN, Jumat (20/2/2026). Dia adalah Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN. Kenderaan melewati jalan yang rusak akibat bencana longsor yang terjadi akhir November 2025 di Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia Lapisan tufa adalah lapisan batuan piroklastik yang terbentuk dari material vulkanik halus saat terjadi letusan gunung api. Abu ini kemudian mengendap dan mengeras. Menurut Adrin, secara geologi, kawasan tersebut tidak tersusun oleh batu gamping yang lazim menjadi penyebab sinkhole. Melainkan, endapan piroklastik hasil aktivitas Gunung Api Geureudong yang sudah tidak aktif. Karena material ini secara geologis…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.