Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Belajar dari Semifinal Piala Dunia: Liga Mewah Tetap Butuh Pemain Abroad

Belajar dari Semifinal Piala Dunia: Liga Mewah Tetap Butuh Pemain Abroad

belajar-dari-semifinal-piala-dunia:-liga-mewah-tetap-butuh-pemain-abroad
Belajar dari Semifinal Piala Dunia: Liga Mewah Tetap Butuh Pemain Abroad
service

Menyaksikan babak semifinal Piala Dunia 2026 rasanya seperti sedang melihat barisan negara-negara elite yang sedang berkontestan. Bagaimana tidak? Sejarah baru saja mencatat untuk pertama kalinya turnamen ini mempertemukan empat tim dengan peringkat teratas FIFA di babak empat besar: Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina. Sebuah kepalan tinju di muka bagi mereka yang percaya bahwa Piala Dunia itu ramah terhadap kejutan tim underdog. Ternyata tidak. Piala Dunia kali ini murni urusan adu kemewahan.

Kalau kita bedah isi jeroan dari empat semifinalis ini—oke, kita kecualikan Argentina dulu untuk urusan domestik—kuncinya cuma satu: kualitas kompetisi lokal mereka yang sudah di tahap paling tinggi kemewahannya.

Mari kita tengok Inggris dengan Premier League-nya yang katanya liga terbaik sejagat raya. Duitnya tak berseri dari hak siar, manajernya kelas dewa, kompetisinya ketat. Hasilnya? Dari 26 pemain di skuad Timnas Inggris, 22 orangnya merumput di liga lokal mereka sendiri. Skuad Tiga Singa itu isinya ya cuma anak-anak lokal yang tiap pekan saling sikut di EPL.

Geser ke Spanyol. Fondasi La Roja itu jelas ada di La Liga yang dihuni raksasa semacam Real Madrid, Barcelona, dan Atlético Madrid dengan permainan teknik tingginya. Lihat saja Barcelona, mereka kayak sedang bikin franchise Timnas mini di dalam klub. Ada Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Dani Olmo, Ferran Torres, Eric Garcia, Pau Cubarsi, sampai Joan Garcia. Prancis pun setali tiga uang. Ligue 1 boleh saja dibilang liganya Paris Saint-Germain (PSG) seorang, tapi dari sana pulalah pabrik talenta muda Prancis tak pernah berhenti memproduksi monster-monster lapangan hijau.

Lalu, bagaimana dengan kita di Indonesia?

Jujur, kalau melihat BRI Super League musim depan, dada kita boleh sedikit membusung. Kompetisi lokal kita sudah mulai genit mendatangkan nama-nama mentereng. Ada Jordi Amat yang sekarang di Persija, lalu nama-nama langganan timnas seperti Pratama Arhan, Witan Sulaeman, Rizky Ridho, hingga mesin gol asing semacam Gustavo Almeida dan David da Silva.

Apalagi kalau melihat Persib Bandung sekarang. Mewahnya sudah gak ketulung. Skuadnya sudah berlabel bintang Eropa dan Timnas Indonesia. Bayangkan, ada Thom Haye, Sandy Walsh, dan Ragnar Oratmangoen yang bakal main bareng Marc Klok. Belum lagi legiun asingnya seperti Luka Menalo, Gabriel Mutombo, dan Balsa Sekulic. Bahkan, Persib bikin sejarah lewat Frans Putros yang jadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di Piala Dunia 2026 saat membela Timnas Irak.

Tapi ada suatu hal yang harus kita ketahui bersama. Meningkatkan kualitas liga domestik itu wajib hukumnya. Tapi ada satu hal penting lain yang harus ditiru Indonesia dari para raksasa dunia: jangan kekang pemain kita, biarkan mereka merumput dan merantau mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya di negeri orang. Khususnya di negara yang sepak bolanya jauh lebih maju.

Para pemain abroad di semifinal Piala Dunia

Mari kita lihat pemain abroad yang menggendong negaranya. Inggris yang liganya terbaik saja masih butuh menyebar pemain mereka ke luar negeri. Tengok Harry Kane di Bayern Munchen, Jude Bellingham di Real Madrid, Marcus Rashford di Barcelona, yang ketiga orang ini adalah pemain Inggris yang sudah mencatatkan namanya di papan skor. Selain itu ada Ivan Toney di Al Ahli. 

Prancis punya Kylian Mbappé dan Michael Olise yang memilih hijrah demi menaklukkan panggung yang lebih besar. Dan kita bisa melihat setidaknya selain melawan Spanyol malam tadi (15/7/2026) mereka berdua adalah pembeda di Timnas Prancis dengan torehan gol dan assist terbanyak.

Apalagi Argentina! Liga domestik mereka mungkin tidak semewah Eropa, tapi coba lihat komoditas ekspor mereka. Di Atlético Madrid saja, mereka punya gerombolan Julián Alvarez, Nahuel Molina, Thiago Almada, Giuliano Simeone, Nico Gonzalez, sampai kiper Juan Musso.

Kalau pengamatan kita sedikit di buat jeli melihat taktik di lapangan, sebenarnya bisa saja kelihatan. Yang menggendong tim di turnamen besar itu rata-rata adalah mereka yang sudah khatam menaklukkan liga luar negaranya. Sementara pemain yang cuma main di liganya sendiri cenderung bertindak sebagai support system saja.

Harapan untuk Timnas Indonesia

Maka dari itu, bolehlah Liga Indonesia mulai mengupgrade kualitas dengan mendatangkan pemain top. Tapi tolong dengan sangat, jangan paksakan Emil Audero Mulyadi, Jay Idzes, Kevin Diks, dan pemain-pemains kita yang sedang berkarier di Eropa untuk pulang merumput ke Indonesia cepat-cepat dalam waktu dekat ini. Biarkan mereka di sana. Biarkan mereka menyerap ilmu sepak bola modern dari ekosistem terbaik.

Sebab, negara yang sepak bolanya maju bukan hanya mereka yang punya liga lokal bagus, tapi juga yang membiarkan talenta terbaiknya malang-melintang menjelajahi liga-liga besar dunia.

Kalau Anda tidak percaya? Maka lihat saja bagaimana merosotnya prestasi Timnas Italia masa kini. Sekian.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.