Di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, berdiri sebuah situs yang tidak banyak dikenal di luar NTT namun menyimpan lapisan sejarah yang tidak sederhana.
Benteng None adalah peninggalan Kerajaan Amanuban, dibangun antara tahun 1800 hingga 1804 oleh Nai Neno Tauho, leluhur Marga Tauho, pada masa berpindahnya pusat kerajaan dari Pilibesabnao ke Niki-niki.
Sejak saat itu, benteng ini sudah dijaga selama sembilan generasi oleh keturunan sang pendiri, komitmen yang bahkan bertahan setelah kebakaran yang melanda situs ini pada 2016.
Benteng ini terletak sekitar 19 km dari Kota Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan hanya sekitar 1 km dari jalur trans Timor yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Timor.
Sekilas Mengenai Benteng None
Benteng ini dibangun bersamaan dengan berpindahnya pusat Kerajaan Banam Amanuban pada masa pemerintahan Usi (Raja) Don Louis II Nope.
Kerajaan Amanuban adalah salah satu kerajaan adat yang pernah berkuasa di wilayah Timor Tengah Selatan, dan Benteng None menjadi bagian dari sistem pertahanan rakyat yang melindungi masyarakat adat None dari serangan musuh dan ancaman penjajah.
Tidak ada dokumen otentik yang mencatat secara pasti kapan pembangunan benteng ini dimulai atau selesai, namun perkiraan waktu 1800 hingga 1804 M diperoleh dari penelusuran silsilah dan cerita turun-temurun yang diwariskan oleh Marga Tauho.
Pada 2016, kebakaran melanda sebagian kawasan benteng dan merusak beberapa strukturnya. Namun respons masyarakat cepat dan penuh tekad. Mereka membangun kembali apa yang hilang dengan swadaya, membuktikan bahwa Benteng None bagian dari identitas komunitas yang mendiami kawasan itu.
Daya Tarik Utama Benteng None
Arsitektur Benteng None punya keunikan yang jarang ditemukan di situs-situs pertahanan lain di Indonesia. Bentuknya menyerupai huruf U dengan luas kawasan 80 x 44 meter, mengikuti kontur alami tebing batu yang mengelilinginya.
Di sisi timur, selatan, dan utara, pagar batu yang dibangun sebagai dinding pertahanan berdiri di tepi jurang yang sangat terjal. Strategi pertahanan ini yang membuat benteng ini hampir tidak tertembus pada masa kejayaannya.
Di dalam kawasan benteng terdapat beberapa struktur yang masih berdiri dan bisa diamati langsung. Ume Kbubu adalah rumah tradisional orang Timor berbentuk bulat beratap jerami yang menjadi salah satu ikon arsitektur adat NTT.
Ada pula Lopo, bangunan adat berbentuk panggung yang memiliki filosofi tersendiri dalam kehidupan masyarakat Timor. Pepohonan besar yang tumbuh mengelilingi dan menaungi kawasan benteng menciptakan suasana yang sejuk dan teduh.
Salah satu pengalaman yang tidak kalah menarik saat berkunjung ke sini adalah kesempatan melihat langsung proses pembuatan tenun ikat khas Timor yang diperagakan oleh mama-mama setempat.
Kain yang mereka tenun tersedia untuk dibeli sebagai oleh-oleh, dengan motif dan teknik yang merupakan warisan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Akses Menuju Benteng None
Benteng None berada di Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, sekitar 19 km dari pusat Kota Soe dan hanya sekitar 1 km dari jalan trans Timor.
Kondisi jalan menuju benteng terbilang cukup baik untuk sebagian besar rute, meski beberapa ruas jalan di dekat lokasi mungkin belum sepenuhnya beraspal.
Dari Kota Soe, perjalanan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Dari Kupang, Kawan perlu menempuh perjalanan darat sekitar 110 km menuju Kota Soe terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke Desa Tetaf. Soe bisa dicapai juga melalui penerbangan dari Kupang menggunakan pesawat perintis, meski jadwalnya terbatas.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Benteng None tidak memiliki jam operasional resmi dan dapat dikunjungi setiap hari. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga sore hari agar bisa menikmati suasana kawasan dengan kondisi cahaya yang baik dan cuaca yang nyaman.
Tidak ada tarif tiket masuk yang ditetapkan untuk Benteng None. Pengunjung yang peduli dengan upaya pemeliharaan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat bisa mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan sukarela.
Ayo Berkunjung ke Benteng None!
Benteng None adalah destinasi yang cocok untuk Kawan GNFI yang ingin memahami sisi lain NTT di luar pantai dan alam terbuka.
Datanglah dengan hormat terhadap nilai adat yang masih dijaga di sini, perhatikan pagar batu di tepi jurang dan jangan terlalu dekat ke tepian, dan luangkan waktu untuk berbincang dengan penjaga atau warga sekitar tentang sejarah dan maknanya bagi mereka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.