Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Setelah 7 Tahun Terlantar, Liga Wanita Indonesia Akhirnya Comeback

Setelah 7 Tahun Terlantar, Liga Wanita Indonesia Akhirnya Comeback

setelah-7-tahun-terlantar,-liga-wanita-indonesia-akhirnya-comeback
Setelah 7 Tahun Terlantar, Liga Wanita Indonesia Akhirnya Comeback
service

Liga Wanita Indonesia/PSSI


Penantian panjang sepak bola wanita Indonesia akhirnya menemukan titik terang. Setelah kompetisi putri sempat terhenti, Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27 resmi diperkenalkan sebagai kompetisi profesional yang berada di bawah pengelolaan I.League.

Kompetisi ini akan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan laga pembuka Persija Jakarta kontra Persita Tangerang di Lapangan Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Musim perdana IWL diikuti enam klub, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa FC Banten, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.

IWL menggunakan format triple round robin. Artinya, setiap klub akan saling berhadapan sebanyak tiga kali. Seluruh pertandingan musim perdana digelar secara terpusat atau centralized stadium di Lapangan Soemantri Brodjonegoro.

Konsep ini menjadi langkah awal untuk membangun kompetisi yang efisien sekaligus menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih terintegrasi. Tak hanya soal pertandingan, I.League juga membawa konsep sports festival dengan berbagai aktivitas pendukung agar IWL menjadi tontonan yang lebih menarik bagi suporter, keluarga, dan masyarakat.

Erick Thohir Tegaskan IWL Bukan Liga untuk Pencitraan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa hadirnya IWL bukan sekadar proyek sesaat. Menurutnya, sepak bola wanita harus dibangun dengan perencanaan jangka panjang agar klub dan ekosistem kompetisinya mampu bertahan.

“Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak ingin liga ini lahir hanya untuk pencitraan lalu mati di kemudian hari. Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable,” tegas Erick Thohir.

Dukungan juga datang dari I.League. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memastikan operator telah menyiapkan skema subsidi bagi klub peserta.

“Kami di I.League berkomitmen penuh memastikan IWL berjalan profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi yang proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kompetisi dengan sehat secara finansial,” ujar Ferry.

CEO Indonesia Women’s League, Teddy Tjahjono, mengatakan IWL musim perdana hadir dengan sejumlah inovasi. Salah satunya sistem drafting pemain yang dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuatan enam klub.

“Kami menerapkan konsep sports festival yang menggabungkan pertandingan putri dengan beberapa modifikasi menarik. Sistem drafting pemain juga telah kami lakukan untuk memastikan pemerataan kekuatan di antara enam tim peserta, sehingga kompetisi berjalan kompetitif sejak hari pertama,” jelas Teddy.

Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, melihat IWL sebagai momentum penting untuk menyiapkan generasi baru Garuda Pertiwi.

“Kami punya kerinduan yang sangat besar untuk menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten. Pemain kita di seluruh Nusantara kini sedang bersukacita; mentalitas dan skills mereka akan terus diasah untuk menjadi pilar Timnas masa depan,” ungkap Vivin.

Pemain: Akhirnya Mimpi Liga Profesional Jadi Nyata

Antusiasme bukan hanya datang dari federasi dan operator, tetapi juga dari para pemain dan pelatih. Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai IWL akan menjadi tolok ukur penting bagi pemain putri potensial.

“Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Diego, sistem drafting yang mempertemukan pemain tim nasional dan non-tim nasional juga memberikan ruang bagi pemain muda berusia 17–18 tahun untuk belajar dari pemain senior. Setiap klub mendapatkan alokasi enam pemain tim nasional sehingga persaingan diharapkan tetap seimbang.

Pemain Dewa United, Safira Ika Putri, juga menyambut hadirnya IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola wanita Indonesia.

“Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira.

Ia menilai kompetisi reguler dapat membantu pemain menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan kemampuan teknis. Sistem kontrak juga menjadi awal dari terbentuknya jalur karier profesional bagi pemain wanita.

“Terima kasih kepada Pak Erick Thohir, Bu Vivin, dan para Exco yang telah memperjuangkan ini,” ujar Safira.

Sementara itu, pemain Bekasi FC, Zahra Musdalifa, mengaku antusias meski masih menjalani pemulihan cedera dan berpotensi tampil pada putaran kedua. Ia mengingat kembali harapan pemain putri yang sempat tertunda setelah rencana kompetisi pada 2019 terkendala pandemi pada 2020.

“Meski masih enam klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan,” tutur Zahra.

Zahra juga menilai drafting menjadi pilihan tepat untuk musim perdana karena penyebaran pemain tim nasional dapat mengurangi kesenjangan kekuatan. Ia mengajak pemain non-tim nasional memanfaatkan IWL untuk membuktikan kualitas sekaligus membuka jalan menuju karier profesional.

Kini, tujuh tahun penantian sepak bola wanita Indonesia memasuki babak baru. IWL memang baru dimulai dengan enam klub dan format terpusat, tetapi kompetisi ini bisa menjadi fondasi penting untuk membangun liga putri yang lebih besar, profesional, dan berkelanjutan.

Jika fondasi ini berhasil, mimpi melihat Garuda Pertiwi bersaing lebih tinggi di level Asia hingga dunia bukan lagi sekadar angan-angan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.