Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Betet Enggano, Jenis Endemik yang Terdesak di Habitatnya

Betet Enggano, Jenis Endemik yang Terdesak di Habitatnya

betet-enggano,-jenis-endemik-yang-terdesak-di-habitatnya
Betet Enggano, Jenis Endemik yang Terdesak di Habitatnya
service

Seekor burung berbulu dominan hijau, hinggap di ranting pohon. Perlahan, ia masuk ke sebuah lubang tempatnya beristirahat. Sore itu, Zafier Ariga Islamiterra (12), menunggu kehadiran betet enggano (Psittacula longicauda enganensis) kembali ke sarang. Menggunakan binokuler, Zafier, memperhatikan tingkah burung endemik Pulau Enggano, Bengkulu tersebut. “Bagus sekali burungnya dan harus dilestarikan,” ujarnya, Minggu (8/3/2026). Daya tarik burung paruh bengkok khas ordo Psittaciformers ini terlihat pda bulunya yang mencolok dan suara yang khas. “Jangan ditangkap agar tidak punah.” Zafier tak sendiri. Zulfan Zafiery, sang ayah yang merupakan fotografer satwa liar sekaligus konservasionis lokal, turut memantau pergerakan burung berekor panjang itu. Zulfan sudah mendokumentasikan burung-burung di Enggano sejak pertama kali datang ke pulau yang merupakan kawasan daerah penting bagi burung IBAs (Important Bird and Biodiversity Areas) pada 2008. Saat itu, menurutnya, kondisi alam Enggano jauh lebih ramah bagi burung. “Dulu, jarak empat meter sudah bisa lihat betet. Mereka tak terlalu takut meski kita duduk di bawah pohon makananya,” ujarnya. Betet enggano yang merupakan jenis endemik Pulau Enggano, Bengkulu. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Kini, situasi berubah. Betet enggano jadi jauh lebih waspada terhadap manusia. Melihat dari jauh sudah kabur. Perubahan perilaku ini tak lepas dari tekanan perburuan yang pernah terjadi di Pulau yang berjarak sekitar 120 km dari daratan Bengkulu ini. Dulu, masyarakat hanya mengambil satu atau dua anak betet untuk dipelihara. Namun, beberapa tahun terakhir, praktik penangkapan lebih intensif. “Sekarang banyak pendatang yang datang membawa pikat, speaker, dan pakai pulut. Mereka tangkap lalu jual.” Padahal, betet enggano merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.