Sun,16 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Beulacan Pidie, Jejak Kuliner Kelapa yang Bertahan di Bulan Ramadhan

Beulacan Pidie, Jejak Kuliner Kelapa yang Bertahan di Bulan Ramadhan

beulacan-pidie,-jejak-kuliner-kelapa-yang-bertahan-di-bulan-ramadhan
Beulacan Pidie, Jejak Kuliner Kelapa yang Bertahan di Bulan Ramadhan
service

Pidie, NU Online

Di dapur-dapur tua Kabupaten Pidie, Aceh, aroma kelapa sangrai bercampur rempah menjadi penanda tradisi yang terus hidup, terutama saat Ramadhan. Dari tungku kayu sederhana, lahirlah beulacan, kuliner berbahan dasar kelapa yang menjadi pengganti lauk di tengah keterbatasan ekonomi masa lalu.

Beulacan dikenal sebagai olahan kelapa parut yang diracik dengan cabai, bawang, dan aneka rempah. Pada masa harga ikan mahal, masyarakat Pidie, yang sebagian wilayahnya kini menjadi Kabupaten Pidie Jaya, memanfaatkan kelapa yang tumbuh di halaman rumah sebagai sumber pangan alternatif. Tanpa perlu melaut atau membeli lauk mahal, beulacan cukup disantap bersama nasi panas.

Sejumlah warga meyakini nama beulacan berkaitan dengan Gampong Beuracan, kampung yang disebut menjadi asal mula kuliner tersebut. Dari sana, beulacan menyebar ke berbagai wilayah Pidie dan menjadi bagian dari identitas rasa masyarakat setempat.

Hingga kini, beulacan masih dapat ditemukan di kawasan Garot, tepatnya di Gampong Pukat. Teksturnya kering namun lembut, dengan rasa gurih kelapa berpadu pedas dan harum rempah. Meski tanpa ikan atau daging, beulacan tetap menjadi pelengkap nasi yang memuaskan.

Tokoh muda Pidie, Tgk Sayuthi Nur Al-Hady, menilai beulacan merupakan bukti daya cipta masyarakat Aceh dalam menghadapi keterbatasan.

“Beulacan bukan sekadar makanan, tetapi sejarah bertahan hidup. Ia lahir dari kondisi ekonomi yang menuntut kreativitas,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal kembali kuliner tradisional agar tidak tercerabut dari akar budaya. Di tengah maraknya makanan instan, warisan dapur seperti beulacan menyimpan nilai kesederhanaan dan kebersamaan.

Senada, Tgk Mukhlisuddin, tokoh kuliner Aceh sekaligus pengurus NU Pidie, menyebut beulacan memiliki kekayaan rempah yang khas. Ia menilai kuliner berbasis kelapa tersebut berpotensi dikembangkan lebih luas dengan kemasan modern tanpa menghilangkan jati diri.

“Sudah saatnya kuliner tradisional seperti beulacan naik kelas,” katanya.

Meski kebiasaan memasaknya di rumah mulai berkurang, beulacan tetap bertahan di pasar-pasar tradisional. Beberapa keluarga masih menjaga resep turun-temurun, sementara sebagian lainnya mulai mengemasnya dalam bentuk siap saji.

Beulacan menjadi simbol kearifan lokal Pidie: lahir dari kesahajaan, bertahan lintas generasi, dan tetap hidup sebagai bagian dari identitas rasa masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.