Jakarta, Arina.id—Aktivis pro-Palestina di sejumlah negara Arab menyerukan boikot terhadap film Spider Man: Brand New Day. Seruan tersebut muncul karena keterlibatan produser Avi Arad yang dikenal secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Israel.
Dilansir dari Palestine Chronicle, kampanye boikot berlangsung di Lebanon, Yordania, dan sejumlah wilayah lain di dunia Arab. Para aktivis menyerukan masyarakat tidak membeli tiket film Marvel tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai normalisasi budaya terhadap Israel.
Di Lebanon, Kampanye Boikot Pendukung Israel mendesak masyarakat untuk tidak menonton film tersebut di bioskop.
“Apakah kita ingin mendukung sebuah produksi yang melibatkan individu-individu yang secara terbuka menyatakan dukungan politik untuk Israel?” demikian pernyataan kampanye tersebut di media sosial menjelang perilisan film.
Kelompok itu mengajak masyarakat menghindari pemutaran film berbayar. Mereka menilai keputusan tersebut merupakan bagian dari penolakan yang lebih luas terhadap normalisasi hubungan dengan Israel serta kebijakan pemerintah Israel.
Seruan serupa datang dari Yordania. Kelompok anti-normalisasi Taharrak meminta masyarakat memboikot Spider-Man: Brand New Day dan mendesak agar film tersebut dikeluarkan dari jadwal bioskop.
Taharrak juga menyerukan kepada Serikat Seniman Yordania, pengelola bioskop, dan lembaga terkait lainnya untuk mengambil sikap dengan tidak menayangkan film tersebut.
Kampanye tersebut kemudian menyebar melalui aktivis dan pembuat konten di sejumlah negara Arab lainnya.
Sorotan terhadap Avi Arad
Kampanye boikot tersebut terutama menyasar rekam jejak politik Avi Arad, bukan alur cerita film maupun seluruh pemain dan kru yang terlibat.
Spider-Man: Brand New Day dirilis secara internasional pada 31 Juli 2026. Film tersebut dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker dan disutradarai Destin Daniel Cretton.
Avi Arad tercatat sebagai salah satu produser bersama Kevin Feige, Amy Pascal, dan Rachel O’Connor.
Arad merupakan warga negara Israel dan Amerika Serikat. Ia pernah bertugas di militer Israel pada 1965 hingga 1968 dan ikut dalam perang 1967.
Sikap politik Arad terhadap perang Israel di Gaza menjadi sorotan pada 2024. Saat itu, ia secara terbuka mengkritik Chuck Schumer, yang ketika itu menjabat sebagai Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Serikat, setelah Schumer mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyerukan pemilihan umum baru di Israel.
Dalam surat yang diterbitkan media hiburan TheWrap, Arad menolak intervensi Schumer terkait politik Israel dan isu gencatan senjata.
Arad juga menyebut dirinya sebagai mantan anggota militer Israel yang bangga.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan aktivis memasukkan Spider-Man: Brand New Day ke dalam kampanye boikot.
Para aktivis menegaskan, persoalan yang mereka soroti bukan semata kewarganegaraan Arad, melainkan pernyataan politik dan sikap terbukanya dalam membela Israel di tengah perang di Gaza.
Karena itu, kampanye tersebut secara khusus mendorong masyarakat untuk tidak memberikan pemasukan tiket kepada produksi yang melibatkan Arad.
Dampak Boikot Belum Jelas
Sejauh ini, dampak kampanye boikot terhadap kinerja komersial film tersebut belum diketahui secara pasti.
Film Spider-Man: Brand New Day tetap diputar di Lebanon meski mendapat seruan boikot. Setelah film dirilis, perwakilan jaringan bioskop Grand Cinemas mengatakan kepada L’Orient Today bahwa permintaan terhadap film tersebut masih tinggi.
Meski demikian, kampanye boikot terus beredar di media sosial. Para aktivis menyerukan masyarakat di berbagai negara Arab agar mempertimbangkan afiliasi politik dan sikap publik orang-orang yang terlibat dalam produksi hiburan berskala besar.
Bagi para penggerak kampanye, penolakan terhadap film tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk menentang normalisasi hubungan dengan Israel dan menunjukkan solidaritas terhadap Palestina.




Comments are closed.