Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan pihaknya memiliki tiga strategi khusus untuk membantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.
“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan Indonesia Emas 2045, kami mengembangkan tiga track. Yang pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM,” katanya dalam pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan 150 periset di halaman tengah Istana Kepresidenan di Jakarta, Kamis.
Kepala BRIN melanjutkan, kedua yakni dengan memperkuat daya saing industri nasional dan Danantara melalui riset dan inovasi; Dan yang ketiga, memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar Indonesia menjadi bagian dari pengembangan teknologi.
Ia menyatakan BRIN akan fokus dalam pengembangan teknologi maju yang akan menentukan daya saing negara dalam dua hingga tiga dekade ke depan.
Sejumlah teknologi seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, serta rekayasa genetik atau genomics dikembangkan dalam upaya mengurangi ketergantungan ekspor, pelipatgandaan produktivitas nasional, hingga meningkatkan kemandirian dalam menghasilkan benih, obat, dan bioindustri.
“(Selanjutnya) teknologi kuantum untuk keamanan dan komputasi masa depan. Selain itu, ada dua teknologi yang terus kami kembangkan, yaitu nuklir dan antariksa, sebagai pengungkit kedaulatan energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah,” lanjut Arif.
Arif menuturkan pengawasan terhadap teknologi-teknologi tersebut akan menentukan apakah Indonesia menjadi pengguna teknologi atau pemilik teknologi kita ke depan.
Ia menegaskan bahwa riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan.
“Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kapasitas inovasi yang ditunjukkan dengan Global Innovation Index dengan GDP per capita per tahun,” ucap Arif Satria.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci utama bagi kemajuan suatu bangsa.
Menurut Presiden, penguasaan sains dan teknologi tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan. Oleh karena itu, Prabowo menyebut pendidikan sebagai fondasi paling penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling kritikal, paling kritis,” ucap Presiden Prabowo menegaskan.
Baca juga: BRIN percepat pengembangan obat infeksi berbasis sumber daya Indonesia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.