Moskow (ANTARA) – Runtuhnya gletser di Nepal, yang diduga memicu banjir bandang, menyebabkan getaran seismik berkekuatan magnitudo (M) 5,2 yang awalnya disalahartikan para ilmuwan sebagai gempa bumi, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
“Peristiwa seismik bermagnitudo 5,2 terjadi di dekat perbatasan antara Nepal dan China pada 26 Agustus. USGS menentukan peristiwa seismik tersebut merupakan keruntuhan gletser dan aliran material longsoran yang kemudian menimbulkan dampak dahsyat di wilayah hilir,” kata USGS dalam pernyataannya, pada Rabu.
“Peristiwa ini awalnya dilaporkan sebagai gempa bumi bermagnitudo 4,4,” imbuh mereka.
Namun, analisis lebih lanjut terhadap data menunjukkan bahwa tidak terjadi gempa bumi. Gelombang seismik tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser dan aliran lumpur, menurut pernyataan tersebut.
Aliran air sangat deras kemudian menerjang Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu. Banjir bandang tersebut sebelumnya dilaporkan disebabkan oleh gempa bumi yang kemudian memicu tanah longsor.
Menurut Otoritas Pariwisata Nepal, lebih dari 660 wisatawan dilaporkan hilang setelah banjir tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.