Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Kemenkes dirikan RS lapangan aman dari gempa susulan di NTT

Kemenkes dirikan RS lapangan aman dari gempa susulan di NTT

kemenkes-dirikan-rs-lapangan-aman-dari-gempa-susulan-di-ntt
Kemenkes dirikan RS lapangan aman dari gempa susulan di NTT
service

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons cepat krisis kesehatan pascagempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara (inflatable) guna memastikan tindakan operasi yang aman dari gempa susulan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat pada Kamis memaparkan hingga Rabu (26/8), bencana ini telah merenggut 105 nyawa.

Selain itu, ia menyebutkan sebanyak 385 korban luka berat masih dirawat intensif, 1.287 orang mengalami luka ringan, dan lebih dari 185 ribu warga tersebar di 444 titik pengungsian.

Ia menambahkan kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan memaksa Kemenkes memindahkan layanan ke luar gedung, yakni dengan mendirikan RS lapangan di Aeramo (Kabupaten Nagekeo) dan RSUD Ruteng (Kabupaten Manggarai).

“Ketika bangunan faskes rusak atau retak, pelayanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar keselamatan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjamin,” kata Agus.

Baca juga: Kemenkes kirim 206 TCK pulihkan layanan kesehatan korban gempa NTT

Ia pun melaporkan hingga Selasa (25/8), RS lapangan di Aeramo tersebut telah sukses melakukan tindakan operasi kepada delapan pasien.

Guna memperkuat kapasitas 70 rumah sakit dan 444 puskesmas setempat, Kemenkes memberangkatkan 207 relawan medis dari pusat, disusul 78 relawan intensif tambahan yang akan bertugas selama 14 hari ke depan.

Mobilisasi SDM lintas profesi ini, kata dia, dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mengisi kekosongan spesialis bedah, ortopedi, hingga tenaga gizi dan sanitasi.

Dokter Alfin Bakhtiar Ilhami selaku Chief Resident Orthopaedi & Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) yang bertugas bersama tim RSUD Dr. Soetomo melaporkan telah menangani 18 pasien dalam sepekan terakhir di RS lapangan tersebut.

Baca juga: Tiba di NTT, Prabowo langsung pimpin rapat penanganan dampak bencana

Ia menjelaskan empat pasien menerima perawatan konservatif, sementara 14 lainnya harus menjalani operasi.

Alfin pun memaparkan timnya sukses menangani satu kasus operasi kompleks pada pasien dengan patah tulang multipel di area tulang selangka, lengan bawah, dan pergelangan kaki.

“Ini merupakan operasi yang kompleks karena menangani tiga bagian tubuh secara bersamaan. Di tengah tindakan, kami bahkan sempat merasakan gempa susulan. Namun, karena kami beroperasi di dalam RS lapangan berstruktur balon (inflatable), tindakan tetap dapat dilanjutkan dengan aman dan hasil maksimal,” kata Alfin.

Selain penanganan trauma fisik, Kemenkes turut mengantisipasi potensi wabah di area pengungsian.

Saat ini, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi keluhan dengan temuan 9.668 kasus.

Petugas juga mencatat adanya 35 kasus gigitan hewan penular rabies di Nagekeo, yang seluruhnya telah ditangani dengan pemberian vaksinasi lengkap.

Kemenkes memastikan ketersediaan logistik medis, alat kesehatan, dan sistem rujukan pasien tetap aman.

Baca juga: Seskab: Enam pesawat TNI AU bawa bantuan ke NTT dan Kalimantan

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.