Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Bukan Karena Kenyang, Ilmuwan Ungkap Alasan Kucing Sering Tidak Menghabiskan Makanan

Bukan Karena Kenyang, Ilmuwan Ungkap Alasan Kucing Sering Tidak Menghabiskan Makanan

bukan-karena-kenyang,-ilmuwan-ungkap-alasan-kucing-sering-tidak-menghabiskan-makanan
Bukan Karena Kenyang, Ilmuwan Ungkap Alasan Kucing Sering Tidak Menghabiskan Makanan
service

Para pemilik kucing mungkin sering melihat peliharaan mereka meninggalkan makanan yang belum habis di mangkuk. Perilaku ini kerap disalahartikan. Banyak orang mengira kucing meninggalkan makanannya karena sudah merasa kenyang sepenuhnya. Sebuah tim peneliti dari Jepang menemukan fakta yang berbeda. Mereka menemukan bahwa aroma memainkan peran yang jauh lebih penting dalam mengatur pola konsumsi hewan tersebut. Indra penciuman kucing sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitar mangkuk makan mereka. Tim peneliti dari Iwate University mengonfirmasi bahwa nafsu makan kucing akan berangsur menurun ketika mereka mulai terbiasa dengan aroma makanannya. Kepekaan mereka terhadap makanan yang sama memicu kebosanan penciuman. Paparan terhadap aroma baru justru berfungsi sebagai stimulus positif. Stimulus ini dapat mendorong mereka untuk kembali makan dengan lahap. Studi perilaku hewan ini dipimpin langsung oleh Masao Miyazaki yang merupakan profesor di universitas tersebut. Efek Aroma pada Kebiasaan Makan Penelitian ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dari Januari 2023 hingga Februari 2026. Tim mengamati perilaku 12 ekor kucing ras campuran yang dipastikan sehat. Kelompok uji ini memiliki rentang usia yang bervariasi antara 3 hingga 15 tahun untuk mewakili berbagai tahapan kehidupan satwa. Kucing tersebut dipuasakan dan tidak diberi makan selama 16 jam penuh sebelum eksperimen dimulai. Mereka kemudian diberikan waktu makan selama 10 menit yang diselingi jeda waktu istirahat selama 10 menit. Siklus pemberian makan dan jeda ini diulang sebanyak enam kali secara berurutan. Metode ini dirancang khusus untuk melihat respons langsung hewan terhadap perubahan makanan dan variasi aroma. Kucing terlihat makan di luar ruangan. Penelitian menunjukkan bau makanan memengaruhi nafsu…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.